Taipei, 2 Okt. (CNA) Pembukaan rute baru Starlux Airlines Taipei-Bali diharapkan dapat memperkuat konektivitas sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan asal Taiwan ke Indonesia, ujar Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (Kemenpar RI) Ni Made Ayu Marthini pada Kamis (1/10).
Dalam sebuah rilis pers pada Kamis, Made mengatakan konektivitas merupakan kunci untuk memperluas aksesibilitas dan meningkatkan daya saing destinasi unggulan Indonesia di mata dunia, terlebih penerbangan langsung dari Taiwan ke Bali telah dinantikan.
“Konektivitas merupakan kunci dalam memperluas aksesibilitas dan meningkatkan daya saing destinasi unggulan di mata dunia, terlebih penerbangan langsung dari Taiwan ke Bali memang telah dinantikan,” ujar Made.
Starlux Airlines meluncurkan rute baru Taipei-Bali dengan mengoperasikan lima penerbangan per pekan dalam upaya menarik wisatawan dari Eropa dan Amerika Utara untuk mengunjungi Bali melalui Taiwan.
Layanan tersebut beroperasi setiap Senin, Selasa, Kamis, Jumat, dan Minggu, dengan penerbangan berangkat dari Taipei pukul 10.10 dan tiba di Bali pukul 15.40. Penerbangan dari Bali berangkat pukul 17.20 dan tiba di Taipei pukul 22.50, menggunakan pesawat Airbus A321neo.
CEO Starlux Airlines Glenn Chai (翟健華) mengatakan koneksi yang nyaman dari Bandara Internasional Taoyuan Taiwan ke Bali dapat membantu menarik lebih banyak wisatawan dari Eropa dan Amerika Utara untuk transit di Taiwan sebelum melanjutkan perjalanan ke Indonesia.
Sepanjang Januari hingga Juli 2026, jumlah kunjungan wisatawan Taiwan ke Indonesia mencapai 130.421, meningkat 7,74 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencatat 121.049 kunjungan, menurut data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia.
Made mengatakan perluasan konektivitas udara tersebut membuka peluang untuk menjangkau lebih banyak wisatawan Taiwan sekaligus memperkenalkan beragam pengalaman wisata di Indonesia, termasuk wisata alam serta minat khusus seperti wellness, wisata bahari, dan kuliner.
Ia menambahkan bahwa peningkatan konektivitas penerbangan internasional tidak hanya penting untuk meningkatkan arus kunjungan wisatawan, tetapi juga diharapkan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi destinasi dan masyarakat lokal di Bali, termasuk melalui investasi pariwisata dan usaha mikro, kecil, dan menengah.
Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei Arif Sulistiyo mengatakan rute tersebut tidak hanya memperkuat posisi Bali sebagai pintu masuk strategis bagi wisatawan Taiwan untuk menjelajahi destinasi lain di Indonesia, tetapi juga berpotensi memberikan dampak berantai bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, termasuk perhotelan dan UMKM lokal.
Menurut Arif, konektivitas langsung tersebut juga membuka peluang lebih luas untuk memperkenalkan Indonesia kepada masyarakat Taiwan, tidak hanya melalui daya tarik alam, tetapi juga budaya, kuliner, kreativitas, dan keberagaman masyarakat Indonesia.
Kepala Bidang Pariwisata dan Perhubungan KDEI Taipei Ruth Evelin Pasaribu mencontohkan seorang warga Taiwan bernama Grace yang bekerja di Indonesia dan hendak menuju Surabaya melalui rute Taipei-Bali. Grace, menurut Ruth, menyambut baik peluncuran penerbangan perdana pada Kamis.
Ruth mengatakan KDEI Taipei juga tengah membahas kemungkinan penggunaan pesawat berbadan lebar oleh Starlux untuk rute Indonesia pada masa mendatang, seiring dengan potensi meningkatnya permintaan perjalanan antara Taiwan dan Indonesia.
Acara penerbangan perdana Taipei-Bali pada Kamis dimulai sejak pukul 08.00 dengan rangkaian kegiatan yang mencakup sesi yoga pada pukul 09.00 dan proses naik pesawat pada pukul 09.30, kata Ruth.
Sementara itu, penerbangan perdana Bali-Taipei turut dihadiri Chief Strategy Officer Starlux Airlines Simon Liu, Direktur Jenderal Taipei Economic and Trade Office (TETO) Surabaya David Lin, serta sejumlah pejabat setempat, menurut Ruth.
Bali merupakan destinasi kedua Starlux di Indonesia setelah Jakarta. Maskapai tersebut meluncurkan rute Taipei-Jakarta pada September 2024 dan saat ini mengoperasikan empat hingga lima penerbangan per pekan pada rute tersebut.
Dengan penambahan Bali, jaringan penerbangan Starlux kini mencakup 34 kota di Asia, Amerika Utara, dan Eropa.
Selesai/