Pesona Batik Betawi dan ondel-ondel guncang Taipei pukau ratusan pengunjung

04/10/2026 15:07(Diperbaharui 04/10/2026 15:07)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

(Sumber Foto : CNA, 4 Oktober 2026)
(Sumber Foto : CNA, 4 Oktober 2026)

Taipei, 4 Okt. (CNA) Warisan budaya Betawi dari Jakarta hadir di Taipei melalui Festival Batik ke-10 yang digelar Indonesian Diaspora Network (IDN) Taiwan pada 3-4 Oktober 2026 di National Taiwan Museum Nanmen Branch.

Festival yang berlangsung selama dua hari tersebut dihadiri lebih dari 600 pengunjung dan menampilkan berbagai kegiatan budaya, termasuk lokakarya membatik, pembuatan miniatur ondel-ondel, peragaan busana batik daerah, pameran kebaya, pertunjukan seni, lomba video pendek, serta bazar kuliner Indonesia.

Pada hari pertama, Sabtu, pengunjung mengikuti lokakarya membatik dan pembuatan miniatur ondel-ondel Betawi.

Sementara itu, pada hari kedua, Minggu, kegiatan berlangsung pukul 10.00 hingga 15.00 dengan agenda utama berupa kompetisi peragaan busana batik daerah, pameran kebaya, dan pengumuman lomba video pendek.

Panggung hiburan turut menampilkan pertunjukan tari dan musik dari sejumlah seniman dan komunitas diaspora Indonesia, antara lain Koming Hood, Ari Whena, Joel Stuart, PCINU, Tianmu Choir, dan Uters.

Ketua panitia pelaksana, Claudio Batistuta Purnama mengatakan Festival Batik ke-10 bertujuan memperkenalkan dan melestarikan kekayaan budaya Indonesia sekaligus menjadi ruang bagi diaspora, pekerja migran, dan imigran Indonesia di Taiwan untuk mengenal kembali warisan budaya Indonesia.

"Festival Batik ini sudah sembilan kali diadakan, dan pada hari ini Festival Batik ke-10 diselenggarakan. Kegiatan ini bertujuan kuat untuk memperkenalkan sekaligus mengobati rasa rindu akan warisan budaya Indonesia bagi diaspora, pekerja migran, maupun imigran di Taiwan. Tak hanya itu, kami juga ingin mengenalkan kekayaan Nusantara ini kepada warga lokal Taiwan," ujar Claudio.

Sejumlah pekerja migran Indonesia juga berpartisipasi dalam peragaan busana dengan mengenakan pakaian dan aksesori yang mereka buat sendiri.

Jaya, seorang pekerja migran yang bekerja di sebuah pabrik di Taoyuan, mengatakan dirinya mengikuti kompetisi peragaan busana batik dan Betawi sekaligus membuat sendiri miniatur ondel-ondel yang ditampilkan dalam peragaan tersebut.

Ia mengatakan bahwa ia mempelajari cara membuat ondel-ondel selama tujuh hari dengan memanfaatkan waktu senggangnya.

Yani, seorang pekerja migran yang bekerja sebagai perawat dan telah tinggal di Taiwan selama 13 tahun, mengatakan majikannya mendukung keterlibatannya dalam kegiatan yang memperkenalkan budaya Indonesia dan memberinya libur setiap Minggu.

"Saya senang sekali bisa hadir mengikuti kegiatan peragaan busana Batik ini. Saya mendesain keseluruhan busana saya dari mahkota sampai miniatur ondel-ondel dan Monas mini sendirian loh, satu hari satu malam langsung jadi. Ini pun saya desain dari botol-botol bekas," ujar Yani.

(Sumber Foto : CNA, 4 Oktober 2026)
(Sumber Foto : CNA, 4 Oktober 2026)

Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei Arif Sulistiyo turut menghadiri acara tersebut bersama sejumlah perwakilan diplomatik dari negara lain, termasuk Malaysia, Singapura, dan Amerika Serikat.

Dalam sambutannya, Arif mengatakan batik bukan sekadar kain, tetapi juga mengandung cerita, sejarah, dan filosofi yang mencerminkan keberagaman Indonesia melalui berbagai motif dari sejumlah daerah.

Menurut Arif, batik juga dapat menjadi jembatan budaya dan hubungan internasional serta sarana untuk memperkenalkan kreativitas dan budaya Indonesia kepada masyarakat Taiwan sekaligus mempererat hubungan sosial dan ekonomi antara Indonesia dan Taiwan.

Festival tersebut juga menghadirkan berbagai kuliner dan tradisi Betawi, termasuk pengenalan Kebaya Encim, pembelajaran pantun, pakaian koko lengkap dengan sarung dan selendang, serta bahasa Betawi.

Di area bazar, pengunjung dapat menemukan berbagai makanan khas Indonesia yang disediakan selama kegiatan berlangsung.

Festival Batik ke-10 tersebut juga diisi dengan serah terima jabatan pengurus IDN Taiwan periode 2026-2028 kepada ketua baru, Maria Catharina Laras.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan kuis interaktif, foto bersama, dan pembagian suvenir dari sponsor kepada pengunjung.

(Oleh Miralux)

Selesai/ja

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.