FEATURE /D’MASIV kembali ke Taiwan, kenang jejak dan buka lembar baru

04/10/2026 17:56(Diperbaharui 04/10/2026 17:56)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

(Sumber foto: CNA)
(Sumber foto: CNA)

Oleh Muhammad Irfan, reporter staf CNA

Suasana haru hadir di tengah riuh ratusan penonton ketika Rahayu, pekerja migran Indonesia asal Blitar, naik ke atas panggung konser D’MASIV di SUB Live Taipei, Minggu (4/10). Di tengah lagu “Jangan Menyerah”, salah satu lagu paling dikenal dari band asal Tangerang itu, Rahayu mendapat kesempatan untuk menelepon keluarganya di Indonesia.

Ia pertama-tama mencoba menghubungi sang suami. Namun, panggilan tersebut tidak mendapat jawaban. Rahayu kemudian mencoba menelepon anak bungsunya. Kali ini, panggilan tersambung.

Suara sang anak sayup terdengar dari seberang telepon, sementara Rahayu berdiri di atas panggung di hadapan ratusan penonton.

“Ini saya tinggalin dia ke Taiwan waktu usia delapan bulan,” kata Rahayu.

Momen tersebut sontak disambut tepuk tangan penonton. Rian Eky Pradipta, vokalis D’MASIV, kemudian memeluk Rahayu sebagai bentuk dukungan.

Tak lama kemudian, “Jangan Menyerah” kembali dinyanyikan. Kali ini, suara Rian bercampur dengan koor ratusan penonton yang ikut bernyanyi.

Momen tersebut menjadi salah satu adegan paling hangat dalam konser D’MASIV bertajuk Asia Home Run, rangkaian tur Asia yang kali ini dimulai dari Taiwan.

Bagi sebagian penonton yang tinggal jauh dari Indonesia, konser tersebut bukan hanya kesempatan untuk melihat band yang selama bertahun-tahun mengisi playlist mereka. Lagu-lagu D’MASIV membawa serta ingatan tentang rumah, keluarga, dan kehidupan yang mereka tinggalkan di Indonesia.

Dengan perjalanan selama 23 tahun dan sejumlah lagu yang telah menjadi bagian dari ingatan pendengarnya, D’MASIV seperti menghadirkan sebuah “momen pulang sejenak” bagi para penonton di Taipei.

Tak heran jika hampir setiap lagu yang dimainkan sejak awal mendapat sambutan meriah. Penonton bernyanyi bersama, merekam lewat ponsel, dan sesekali mengabadikan diri di tengah kerumunan.

“Ini buat kalian yang lagi rindu pada pacar, suami, anak, atau istri,” kata Rian sebelum membawakan “Merindukanmu”.

Lebih intim setelah 13 tahun

Penampilan D’MASIV di Taiwan kali ini merupakan kali kedua mereka, setelah pertama kali tampil di negara tersebut 13 tahun lalu.

Ada jarak yang cukup panjang antara kedua penampilan itu. Namun, bagi Rian, perbedaan yang paling terasa justru terdapat pada bagaimana D’MASIV berinteraksi dengan penonton.

Pada penampilan pertama, D’MASIV hanya membawakan delapan lagu dalam durasi sekitar 45 menit. Kali ini, mereka tampil hampir dua jam dengan 20 lagu.

Konsep yang lebih panjang dan intim tersebut kemudian terasa sepanjang konser.

(Sumber foto: CNA)
(Sumber foto: CNA)

Rian bersama Rama, gitaris D’MASIV, misalnya, turun ke tengah kerumunan ketika membawakan “Apa Salahku”. Penonton yang berada di sekitar mereka langsung merapat, berebut bernyanyi bersama sekaligus mengabadikan momen tersebut melalui ponsel.

Interaksi juga berlangsung lewat percakapan-percakapan kecil antara Rian dan penonton. Menjelang akhir penampilan, ia bahkan mengajak penonton menerbangkan pesawat-pesawat kertas secara bersama-sama, merujuk pada logo baru D’MASIV yang membawa semangat untuk “terbang lebih tinggi”.

Jika pada awal konser lagu-lagu D’MASIV menjadi penghubung penonton dengan rumah yang mereka tinggalkan, sepanjang pertunjukan hubungan itu kemudian berkembang menjadi percakapan dua arah antara band dan penonton.

Mengenang jejak, membuka lembar baru

Namun, konser di Taipei kali ini juga bukan semata-mata perjalanan kembali ke masa lalu.

Di balik lagu-lagu lama yang telah akrab di telinga penonton, D’MASIV sedang memasuki babak baru sebagai band independen.

Hal itu terlihat dari hadirnya dua lagu baru, “Till We’re Old” dan “On Our Own”.

Keduanya memiliki warna yang lebih upbeat dengan sentuhan disko dan masih relatif baru bagi sebagian besar penonton malam itu. Namun, ketika lagu dimainkan, penonton tetap menyambutnya dengan antusias. Sebagian mulai mengikuti irama dan bergoyang meski belum sepenuhnya akrab dengan lagu tersebut.

(Sumber foto: CNA)
(Sumber foto: CNA)

Kehadiran dua lagu baru itu menjadi semacam penanda bahwa perjalanan D’MASIV tidak berhenti pada lagu-lagu yang telah membawa mereka sampai sejauh ini.

Taiwan pun menjadi titik awal yang menarik untuk babak tersebut.

Rian mengatakan salah satu harapan D’MASIV ke depan adalah memperluas pendengar mereka di Taiwan, tidak hanya di kalangan warga Indonesia yang tinggal dan bekerja di negara tersebut.

“Semoga ke depannya tidak hanya orang Indonesia di Taiwan yang menonton D’MASIV, tetapi juga banyak orang-orang lokalnya,” kata Rian.

Tetapi sebelum benar-benar membuka lembar baru, D’MASIV terlebih dahulu mengajak penonton melihat kembali dari mana semuanya bermula.

Menjelang akhir sesi pertama konser, sebuah video membawa penonton kembali ke sebuah gang kecil bernama Gang Kamboja di kawasan Ciledug, Tangerang.

Di tempat sederhana itu, persahabatan lima orang tumbuh menjadi sebuah band. Dari sana, mimpi yang awalnya dibangun melalui pertemanan dan kecintaan terhadap musik berkembang menjadi perjalanan panjang selama lebih dari dua dekade.

Dari Gang Kamboja menuju panggung Taipei, perjalanan itu akhirnya membawa D’MASIV kembali bertemu dengan para pendengarnya yang kini hidup ribuan kilometer dari Indonesia. Lagu-lagu D’MASIV mungkin hanya berlangsung beberapa menit. Namun, di tengah hidup sebagai perantau, beberapa menit tersebut cukup untuk mengingat kembali suara orang-orang yang mereka tinggalkan di rumah.

Dan untuk D’MASIV, Taipei menjadi lebih dari sekadar kota pertama dalam rangkaian Asia Home Run: sebuah tempat untuk mengenang perjalanan yang telah dilalui, sekaligus memperkenalkan langkah mereka berikutnya.

Selesai/ML

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.