Taiwan berencana untuk berikan bantuan tunai NT$10.000 sebelum Tahun Baru Imlek

08/10/2026 15:36(Diperbaharui 08/10/2026 15:36)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Perdana Menteri Cho Jung-tai. (Sumber Foto : Dokumentasi CNA)
Perdana Menteri Cho Jung-tai. (Sumber Foto : Dokumentasi CNA)

Taipei, 8 Okt. (CNA) Pemerintah berencana mulai membagikan bantuan tunai sebesar NT$10.000 (Rp5,60 juta) pada Januari, sebelum libur Tahun Baru Imlek, jika anggaran umum tahun 2027 lolos tinjauan Yuan Legislatif (Parlemen) sebelum 5 Januari, kata Perdana Menteri Cho Jung-tai (卓榮泰) pada Kamis (8/10).

Pemerintah telah mengalokasikan NT$235,7 miliar dalam anggaran umum untuk bantuan tunai tersebut, yang dikatakan akan sepenuhnya didanai oleh pertumbuhan pendapatan pajak yang didorong oleh perputaran terkait teknologi, di tengah perkiraan pertumbuhan ekonomi sebesar 11,05 persen.

Memimpin rapat Kabinet, Cho mengatakan bahwa jika Parlemen menyetujui proposal anggaran umum sebelum 5 Januari, Presiden Lai Ching-te (賴清德) akan dapat mengesahkannya sebelum 20 Januari, sehingga kelompok penerima pertama dapat mendaftar secara daring untuk bantuan tunai pada 25 Januari dan menerimanya keesokan harinya sesuai rencana bertahap Kementerian Keuangan.

Dalam skenario tersebut, kata Cho, pemerintah dapat mulai membagikan bantuan tunai sebelum libur Tahun Baru Imlek, yang dimulai pada 4 Februari.

Namun, masyarakat yang memilih untuk mengambil bantuan tunai di ATM atau kantor pos harus menunggu hingga 15 dan 22 Februari, masing-masing, menurut kementerian.

Sementara itu, Kementerian Keuangan mengatakan pada Kamis dalam konferensi pers mingguan Kabinet bahwa penerima yang memenuhi syarat akan mencakup warga negara dengan registrasi rumah tangga di Taiwan dan warga negara tanpa registrasi rumah tangga yang telah memperoleh izin tinggal.

Warga negara asing yang telah memperoleh izin tinggal permanen; pasangan warga negara Taiwan dari Tiongkok, Hong Kong, Makau, atau negara lain yang telah memperoleh izin tinggal; serta pegawai pemerintah yang ditempatkan di luar negeri untuk tugas resmi dan tanggungannya yang memegang kewarganegaraan Taiwan juga akan memenuhi syarat, kata kementerian.

Ketika diminta mengomentari kelayakan rancangan undang-undang yang diusulkan oleh fraksi oposisi utama Kuomintang (KMT) yang mengharuskan pemerintah membagikan NT$20.000 per orang, Wakil Menteri Keuangan Juan Ching-hwa (阮清華) mengatakan bahwa proposal tersebut tidak sehat secara fiskal.

Bantuan tunai NT$10.000 yang direncanakan akan diberikan dengan syarat pendapatan dan pengeluaran seimbang serta tidak ada pinjaman atau pengambilan surplus dari tahun fiskal sebelumnya, kata Juan.

Proposal KMT akan meningkatkan pengeluaran menjadi lebih dari NT$470 miliar, sekitar 13 persen dari total pengeluaran anggaran umum, kata Juan.

"Jika Anda ingin menaikkannya dari NT$10.000 menjadi NT$20.000, maka peminjaman akan diperlukan, dan itu pasti akan mengurangi [pendanaan untuk] proyek yang sudah ada, sehingga berdampak pada stabilitas fiskal," Juan memperingatkan.

(Oleh Sean Lin dan Jennifer Aurelia)

>Versi Bahasa Inggris
How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.