Jakarta, 8 Okt. (CNA) Taiwan merayakan Hari Nasional ke-115 Republik Tiongkok (ROC) dengan resepsi di Jakarta dan Surabaya pada Rabu (7/10) malam, yang menampilkan perkembangan negara tersebut yang beragam, termasuk dengan pertunjukan budaya serta pameran kesehatan, pertanian cerdas, pariwisata, hingga pendidikan.
Di Jakarta, resepsi diadakan di Hotel Borobudur, dihadiri sekitar 1.000 tamu termasuk sejumlah pejabat, komunitas diaspora, serta berbagai kalangan lainnya di Indonesia, kata Kantor Ekonomi dan Perdagangan Taipei (TETO) kepada CNA.
Kepala TETO Bruce Hung (洪振榮) dalam sambutannya mengutip ungkapan terkenal mantan Presiden Amerika Serikat Abraham Lincoln, yakni "pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat."
Taiwan, kata Hung, terus berupaya mencetak perkembangan di berbagai bidang. Menurutnya, salah satu pencapaian besar negara tersebut adalah membangun sistem layanan kesehatan yang lengkap.
Sistem Asuransi Kesehatan Nasional (NHI) tidak hanya memberikan perlindungan kepada masyarakat lokal, tetapi juga pekerja migran Indonesia, sehingga warga Indonesia dapat lebih tenang ketika bekerja dan tinggal di Taiwan karena dapat memperoleh layanan kesehatan dan peringanan biaya pengobatan.
Hung juga berterima kasih kepada pemerintahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan masyarakat Indonesia atas dukungan yang terus diberikan terhadap hubungan erat kedua pihak.
Kemitraan Indonesia dan Taiwan telah meluas ke berbagai bidang, termasuk perdagangan, investasi, pendidikan, serta pertukaran antarmasyarakat, kata Hung.
Ia juga menyampaikan salam Presiden Lai Ching-te (賴清德) dan Menteri Luar Negeri Lin Chia-lung (林佳龍) kepada para tamu, serta mengucapkan selamat ulang tahun kepada ROC.
Duta Besar Guatemala untuk Indonesia, Manuel Estuardo Roldán Barillas, dalam sambutannya mengatakan negaranya dan Taiwan telah mempertahankan persahabatan selama lebih dari 90 tahun, dan hubungan kedua pihak telah melalui perubahan politik dan dinamika situasi internasional, tetapi tetap terjaga dengan kokoh.
Meskipun terpisah jauh, Guatemala dan Taiwan memiliki nilai-nilai bersama, termasuk demokrasi, kedaulatan, keutuhan wilayah, penyelesaian sengketa secara damai, perlindungan hak asasi manusia, dan penghormatan terhadap hukum internasional, sementara juga saling mendukung di masyarakat internasional, kata Roldán.
Pengembangan sumber daya manusia, alih teknologi, serta pembangunan ekonomi, ilmu pengetahuan, dan teknologi mnejadi bidang penting dalam kerja sama Guatemala-Taiwan, dan kedua pihak telah menikmati manfaatnya, kata Roldán, menambahkan bahwa mereka akan melanjutkan kolaborasi dan persahabatan.
Resepsi juga menghadirkan stan dari kalangan medis untuk memperkenalkan layanan medis dan kesehatan Taiwan.
Tim Teknis Taiwan membuka stan pameran pertanian cerdas untuk memperkenalkan teknologi drone pertanian yang dikembangkan Taiwan di Indonesia, yang dapat digunakan untuk penyemprotan pestisida dan pemupukan. Di lokasi juga disediakan simulasi pengoperasian agar para tamu dapat mencobanya.
Para murid Jakarta Taipei School menyanyikan lagu kebangsaan ROC dan Indonesia, serta mempersembahkan pertunjukan tari.
Maskot beruang hitam Taiwan juga berinteraksi dengan para tamu, sementara sebuah patung es berbentuk Taipei 101 turut dipajang untuk menampilkan ikon Taiwan.
Sementara itu, resepsi di Surabaya dihadiri sekitar 400 orang dari berbagai kalangan di Indonesia bagian timur serta komunitas diaspora.
Direktur Jenderal TETO Surabaya, David Lin (林文俊) dalam sambutannya mengatakan hubungan Taiwan dan Indonesia di bidang perdagangan dan ekonomi, pendidikan, kesehatan, serta sumber daya manusia semakin erat, sehingga pertukaran dengan Indonesia Timur juga semakin mendalam.
Indonesia merupakan mitra dagang terbesar ke-15 Taiwan, dengan nilai perdagangan bilateral mencapai US$11,265 miliar (Rp201,95 triliun) pada 2025, kata Lin.
Sementara itu, perusahaan-perusahaan Taiwan di Jawa Timur telah mendirikan lebih dari 140 pabrik melalui investasi langsung, menciptakan sekitar 55.000 lapangan kerja sekaligus mendorong peningkatan teknologi industri setempat, ucapnya.
Pertukaran antara Taiwan dan Indonesia juga telah meluas ke bidang pendidikan, kesehatan, dan ketenagakerjaan, kata Lin.
Saat ini terdapat lebih dari 350.000 warga Indonesia di Taiwan, termasuk sekitar 330.000 pekerja migran, dan lebih dari 20.000 pelajar, menjadikan Indonesia sebagai negara asal mahasiswa asing terbesar kedua di Taiwan, kata Lin.
Banyak alumni Indonesia juga aktif di berbagai wilayah Indonesia Timur dan menjadi jembatan penting dalam mendorong pertukaran antara kedua pihak, kata Lin. Tahun ini, misalnya, berbagai pihak bekerja sama menyelenggarakan seminar internasional di bidang kesehatan untuk memperdalam pertukaran antara Taiwan dan Indonesia Timur.
Lin juga mengatakan Taiwan merupakan perekonomian terbesar ke-22 di dunia dan memiliki kekuatan besar dalam inovasi teknologi, manufaktur, serta penelitian dan pengembangan. Khususnya, dengan memainkan peran penting dalam rantai industri cip canggih dan kecerdasan buatan (AI), serta telah menjadi kekuatan pendorong penting bagi perkembangan AI global.
Ia mengatakan Taiwan menempati posisi penting dalam rantai pasok global, sehingga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan bukan hanya merupakan tujuan penting bagi negara tersebut, tetapi juga menjadi kepentingan bersama masyarakat internasional.
Dalam resepsi, diputar video peringatan Hari Nasional "Album Sebuah Bangsa" (國家的相簿), yang diproduksi Kementerian Luar Negeri dengan memadukan AI dan wawancara.
Para murid Sekolah Taiwan di Surabaya kemudian menyanyikan lagu kebangsaan ROC dan Indonesia, dilanjutkan sejumlah pertunjukan, termasuk permainan guzheng yang membawakan lagu "Blue and White Porcelain" (青花瓷).
Di luar lokasi resepsi juga terdapat pameran pariwisata Taiwan yang memperkenalkan berbagai daya tarik wisata Taiwan.
Selain itu, digelar pameran hasil International Talent Circulation Base (INTACT Base) Taiwan-Indonesia yang memperkenalkan hasil pelaksanaan International Industrial Talents Education Special Program (INTENSE Program) yang didorong Kementerian Pendidikan Taiwan.
Lin juga mengangkat gelas bersama para tamu yang hadir untuk mendoakan kemakmuran dan kemajuan Taiwan serta Indonesia, serta persahabatan yang langgeng antara kedua pihak. Mereka kemudian bersama-sama memotong kue ulang tahun dengan gambar bendera ROC.
(Oleh Gwyneth Sharon dan Jason Cahyadi)
Selesai/ML