Taipei, 3 Okt. (CNA) Grup musik asal Indonesia D’MASIV memilih Taiwan menjadi tempat pertama bagi mereka membawakan dua lagu internasionalnya —“On Our Own” dan “Till We’re Old”— secara langsung seiring penampilan mereka di SUB Live House, Taipei, Minggu (4/10) yang akan berlangsung dalam dua sesi yakni pukul 10.00 dan 16.00.
Dalam konferensi pers di SUB Live House, Sabtu, vokalis Rian Eky Pradipta menyebut, dalam dua sesi pertunjukan ini mereka akan membawakan total 40 lagu termasuk dua lagu baru berbahasa Inggris tadi yang menjadi tonggak awal mereka melangkah ke kancah internasional setelah lebih dari dua dekade berkarya.
“Jadi, Taiwan bisa menjadi negara pertama tempat kami membawakan lagu Till We’re Old secara langsung di luar Indonesia,” kata Rian.
Menurut Rian, berkaitan dengan hal tersebut, D’MASIV kini tengah mempersiapkan album penuh berbahasa Inggris. Band yang dibentuk pada 2003 itu sebelumnya telah merilis delapan album studio, dengan album kedelapan yang dirilis pada 2024 menjadi album terakhir mereka bersama label Musica Studios.
Rian mengatakan berakhirnya kerja sama dengan label tersebut memberi D’MASIV ruang untuk mengelola karier dan karya mereka secara lebih mandiri.
“Pada akhirnya kami juga ingin bisa membangun kerajaan kami sendiri, membangun karier kami sendiri, dan menentukan kami mau ke mana arahnya,” katanya.
Ia mengatakan pengalaman tampil di berbagai wilayah Indonesia membuat D’MASIV ingin memperluas jangkauan musik mereka kepada pendengar di luar negeri.
“Di Indonesia, kami sudah pernah tampil dari Sabang sampai Merauke, dari ujung ke ujung Indonesia. Jadi kami punya mimpi untuk memiliki lagu yang juga bisa dimengerti oleh semua orang di seluruh dunia,” ujar Rian.
Kembali ke Taiwan setelah 13 tahun
Ini adalah kali kedua D’MASIV tampil di Taiwan setelah pertama kali pada 13 Taiwan. Kembali ke negara tersebut sebagai bagian dari rangkaian tur Asia Home Run, Rian mengatakan Taiwan memiliki arti khusus bagi grup tersebut karena menjadi tempat pertama yang mereka kunjungi dalam memasuki fase baru perjalanan musikal mereka.
Rian mengatakan mereka masih mengingat antusiasme penonton Taiwan ketika tampil lebih dari satu dekade lalu. Rian pun mengatakan pertunjukan kali ini akan berbeda dengan sebelumnya.
“Perbedaannya, kali ini suasananya lebih intim. Jarak antara panggung dan penonton juga lebih dekat, jadi kami bisa melihat dengan jelas para D’MASIVERS yang ada di sini,” katanya.
Rian berharap konser tersebut tidak hanya dihadiri warga Indonesia yang tinggal di Taiwan, tetapi juga memperkenalkan musik baru D’MASIV kepada pendengar lokal.
“Kami ingin memperkenalkan lagu-lagu D’MASIV kepada masyarakat Taiwan dan juga tentunya kepada orang-orang Indonesia,” ujarnya.
Membuka era baru
Selain musik berbahasa Inggris, D’MASIV juga tidak menutup kemungkinan untuk mengeksplorasi bahasa lain dalam karya mereka di masa mendatang, termasuk Mandarin.
Rian mengatakan grup tersebut tertarik membuat lagu berbahasa Mandarin karena bahasa itu digunakan secara luas di berbagai negara.
“Kami juga punya mimpi untuk suatu saat memiliki lagu berbahasa Mandarin,” katanya.
D’MASIV juga memperkenalkan perubahan identitas visual sebagai bagian dari fase baru mereka. Menurut Rian, perubahan tersebut menjadi salah satu penanda bahwa grup tersebut tengah memasuki babak baru dalam perjalanan mereka.
“Buat D’MASIV, kota atau negara pertama ini akan menjadi awal, atau bisa dibilang tonggak sejarah baru bagi D’MASIV.”
Setelah Taiwan, D’MASIV juga dijadwalkan tampil di Hong Kong sebagai bagian dari rangkaian pertunjukan mereka di Asia.
Selesai/JA