Serikat pekerja Micron Taoyuan pertimbangkan 'mogok mendadak'

08/10/2026 10:50(Diperbaharui 08/10/2026 10:50)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Serikat pekerja Micron Taoyuan menggelar konferensi pers di Taipei pada hari Rabu. (Sumber Foto : CNA, 7 Oktober 2026)
Serikat pekerja Micron Taoyuan menggelar konferensi pers di Taipei pada hari Rabu. (Sumber Foto : CNA, 7 Oktober 2026)

Taipei, 8 Okt. (CNA) Serikat pekerja yang mewakili karyawan di operasi produsen chip memori asal AS, Micron Technology Inc., di Taoyuan mengatakan pada hari Rabu (7/10) bahwa mereka telah mendapatkan otorisasi untuk mogok kerja dan sedang mempertimbangkan "mogok mendadak" jika perundingan dengan perusahaan gagal membuahkan hasil.

Dari 2.258 anggota serikat yang memenuhi syarat, 2.012 memberikan suara selama enam hari terakhir, dengan 1.994 mendukung aksi mogok, 14 menolak, dan empat suara tidak sah.

Hasil tersebut berarti 88,3 persen dari seluruh anggota yang memenuhi syarat mendukung mogok, atau 99 persen dari mereka yang memberikan suara.

Berbicara dalam konferensi pers di Taipei, Jerry Lin (林哲瑞), ketua serikat pekerja, mengatakan belum ada tanggal mogok yang ditetapkan.

"Kami belum memutuskan jadwal mogok yang pasti, tetapi ketika waktunya tiba, kami akan memberi tahu anggota melalui pesan teks," kata Lin, seraya menambahkan bahwa "mogok mendadak" adalah salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan.

Ketika ditanya lebih lanjut tentang opsi tersebut, Lin mengatakan serikat dapat mengumumkan mogok dalam waktu singkat "untuk mencegah perusahaan melakukan persiapan terlebih dahulu."

Serikat pekerja mengatakan mereka berharap dewan direksi Micron akan menawarkan proposal konkret setelah pertemuan yang dijadwalkan pada 8-9 Oktober waktu AS, sebelum tindakan lebih lanjut diambil.

Pusat perselisihan ini adalah Rencana Pembayaran Insentif (IPP) Micron, yang menurut serikat pekerja kurang transparan dan merupakan bagian dari sistem kompensasi yang secara tidak proporsional menguntungkan eksekutif senior serta tidak sebanding dengan sistem milik pesaing Micron.

Serikat pekerja menginginkan sistem jangka panjang di mana 15 persen dari laba operasional Micron akan didistribusikan kepada karyawan.

"Apa yang kami inginkan adalah membangun sistem pembagian keuntungan yang terbuka dan transparan," kata Lin.

Pada bulan September, Micron mengumumkan paket di mana karyawan di Taiwan akan menerima setidaknya NT$1,7 juta (Rp 954.372.350) dalam bentuk kompensasi tunai untuk tahun fiskal 2026. Ini ditolak oleh serikat pekerja, yang mengatakan akan terus mendorong sistem pembagian keuntungan yang permanen dan terlembaga, bukan langkah satu kali.

Serikat pekerja juga mendorong karyawan untuk mengambil cuti dan bergabung dalam aksi unjuk rasa di Ketagalan Boulevard, Taipei, pada hari Senin, 19 Oktober.

Micron melaporkan pada 30 September bahwa mereka memiliki pendapatan sebesar US$133,19 miliar dan laba operasional sebesar US$99,34 miliar untuk tahun fiskal 2026, yang berakhir pada 3 September.

Sementara itu, serikat pekerja Micron di Taichung akan mengadakan sesi mediasi kedua dengan perusahaan pada 22 Oktober sebelum memutuskan langkah selanjutnya.

Micron memiliki 12.300 karyawan di Taichung, termasuk sekitar 11.000 anggota serikat, sementara di Taoyuan terdapat sekitar 3.000 karyawan, sekitar 2.400 di antaranya adalah anggota serikat.

Menurut serikat pekerja, operasi Micron di Taoyuan tidak mempekerjakan pekerja migran buruh kasar, tetapi mempekerjakan profesional asing, termasuk insinyur, beberapa di antaranya adalah anggota serikat.

Tanggapan dari Micron, kementerian tenaga kerja

Pada hari Rabu, Micron mengatakan pihaknya menghormati hak hukum karyawan dan prosedur hukum yang berlaku, serta telah mendengar dan menanggapi dengan serius kekhawatiran yang disampaikan oleh para pekerja.

Perusahaan mengatakan akan terus berkomunikasi dengan serikat pekerja secara itikad baik melalui saluran dialog dan mediasi yang ada, termasuk mediasi lanjutan dengan serikat pekerja Taichung, sambil mencari solusi konstruktif yang dapat diterima semua pihak.

Kementerian Tenaga Kerja dalam pernyataannya mengatakan menghormati hasil pemungutan suara mogok serikat pekerja, menggambarkannya sebagai cerminan harapan karyawan untuk "sistem pembagian keuntungan yang wajar."

Kementerian mendesak Micron untuk mempertimbangkan dengan cermat pandangan para pekerja dan mengajukan "proposal konkret dan layak" untuk negosiasi.

Kementerian mengatakan akan bekerja sama dengan Pemerintah Kota Taoyuan dan Biro Taman Sains Taiwan Tengah, yang mengawasi taman tempat operasi Micron di Taichung berada, untuk memfasilitasi negosiasi lebih lanjut.

(Oleh Sunny Lai, Chang Chien-chung, dan Miralux) 

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/IF

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.