Taipei, 30 Sep. (CNA) Sekitar 22 kilogram rokok elektronik telah dikumpulkan di Kaohsiung sejak pemerintah Taiwan menyediakan 431 lokasi pengumpulan di seluruh negeri pada 8 September, sementara Direktorat Jenderal Promosi Kesehatan (HPA) Taiwan belum berencana menempatkan tempat pengumpulan rokok elektronik di sekolah, kata Direktur Jenderal HPA Shen Ching-fen (沈靜芬), Rabu (30/9).
Taiwan melarang penggunaan rokok elektronik secara menyeluruh, sementara Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Taiwan telah mengusulkan revisi sebagian Undang-Undang Pencegahan Bahaya Tembakau yang akan memasukkan kepemilikan rokok elektronik sebagai tindakan yang dilarang dan dapat dikenai sanksi administratif.
Setelah masa transisi berakhir, kepemilikan rokok elektronik dapat dikenai denda hingga NT$100.000 (Rp56,2 juta), menurut rancangan tersebut.
Mulai 8 September, sebanyak 431 lokasi dan tempat sampah khusus pengumpulan rokok elektronik disediakan di seluruh Taiwan bagi masyarakat yang ingin menyerahkan rokok elektronik secara sukarela tanpa harus mencantumkan nama atau memberikan data pribadi.
Shen mengatakan setiap pemerintah daerah melaporkan jumlah rokok elektronik yang dikumpulkan satu kali setiap bulan. Hingga kini, hanya Kaohsiung yang telah melaporkan datanya, sementara pemerintah daerah lainnya masih melakukan pendataan.
Menurut Shen, sekitar 22 kilogram rokok elektronik telah dikumpulkan di Kaohsiung. Setelah kebijakan baru berjalan selama satu bulan, HPA akan mengumumkan secara keseluruhan jumlah rokok elektronik yang telah dikumpulkan di seluruh Taiwan.
Shen mengatakan lokasi pengumpulan dilengkapi sistem pengawasan atau ditempatkan di area yang mudah dipantau oleh petugas. Tempat pengumpulan juga dirancang dengan sistem "hanya masuk, tidak bisa keluar".
Rokok elektronik yang terkumpul akan dikumpulkan oleh dinas kesehatan setempat dan diproses sesuai prosedur pemusnahan yang berlaku. Karena seluruh proses dikelola oleh lembaga pemerintah, mekanisme tersebut diharapkan dapat mencegah rokok elektronik yang telah dikumpulkan kembali masuk ke jalur ilegal atau digunakan kembali.
Terkait laporan mengenai penggunaan rokok elektronik di kalangan pelajar dan usulan agar tempat pengumpulan disediakan di sekolah, Shen mengatakan Kementerian Pendidikan Taiwan saat ini belum memiliki rencana tersebut dengan mempertimbangkan faktor keamanan di lingkungan sekolah.
Ia mendorong pelajar untuk membawa rokok elektronik mereka ke lokasi pengumpulan terdekat, seperti pusat kesehatan setempat.
Shen juga memperingatkan bahwa tampilan rokok elektronik yang menyerupai aksesori fesyen serta beragam pilihan rasa buah dapat membuat kaum muda menganggapnya lebih rendah risiko dan bahkan terdorong mencobanya karena rasa ingin tahu.
"Rokok tetaplah rokok dan semuanya dapat membahayakan kesehatan, termasuk memengaruhi sistem pernapasan dan kesehatan kardiovaskular," katanya.
Ia mengimbau pelajar berani menolak godaan produk tembakau dan tidak terpengaruh strategi pemasaran yang dapat mendorong mereka mencoba produk tersebut hingga membahayakan kesehatan.
Dalam kegiatan yang digelar Rabu, HPA bekerja sama dengan sejumlah sekolah, termasuk Ching-Kuo High School, Taipei Municipal Shihlin High School of Commerce and Home Economics, Shih Hsin University, National Taipei University, National Taichung University of Science and Technology, dan National Kaohsiung University of Science and Technology, untuk menggelar peragaan busana kreatif bertema bebas rokok.
Kegiatan tersebut juga menghadirkan "Smart Refusal to Smoking Pop-up Store" yang menampilkan gaya hidup bebas rokok melalui pakaian dan produk kreatif, termasuk kotak hadiah bertema berhenti merokok, koper, tas jinjing, tas untuk membawa hewan peliharaan, topi bucket, dan tempat paspor dengan tema menolak rokok.
(Oleh Chen Chieh-ling dan Agoeng Sunarto)