Taipei, 28 Sep. (CNA) Presiden Lai Ching-te (賴清德) memperingati Hari Guru pada Senin (28/9) dengan menyoroti program pemerintah untuk menginvestasikan NT$11,755 miliar (Rp6,654 triliun) hingga 2029 guna memperkuat keterampilan digital dan kecerdasan buatan (AI) para pendidik.
Dalam unggahan Facebook, Lai mengatakan guru memainkan peran yang tak tergantikan dalam membimbing pelajar baik dalam pembelajaran maupun pertumbuhan pribadi, sambil mengakui tekanan yang mereka hadapi akibat kekurangan tenaga pendidik, komunikasi dengan orang tua, konseling pelajar, serta beban kerja administratif.
Lai mengatakan Kementerian Pendidikan (MOE) telah meluncurkan "Program AI Talent Ark" untuk membangun kemampuan mengajar dan lingkungan pembelajaran berbasis AI di sekolah dasar dan menengah.
Menurut laporan MOE yang dirilis pada Mei, "Program AI Talent Ark" bertujuan untuk memperkaya materi ajar digital, mengembangkan sistem pembelajaran AI generasi berikutnya, menyediakan pelatihan AI praktis dan dukungan bagi guru, serta meningkatkan analitik data pendidikan untuk membantu pendidik memberikan pengajaran yang lebih personal.
Meskipun teknologi dapat membuat pengajaran menjadi lebih efisien, pemahaman dan bimbingan guru terhadap pelajar tetap tak tergantikan, kata Lai.
Ia berjanji bahwa pemerintah akan terus mendengarkan para pendidik, meningkatkan kondisi pengajaran, dan memastikan guru menerima penghormatan serta dukungan yang layak agar mereka dapat fokus pada pengajaran.
Wakil Presiden Hsiao Bi-khim (蕭美琴) juga memperingati Hari Guru dengan unggahan di Facebook, menyampaikan ucapan selamat kepada para guru dan membagikan sebuah video yang menampilkan para pendidik yang merenungkan momen paling berkesan dalam profesi mereka, disertai pesan apresiasi dari para pelajar.
Seiring Hari Guru di Taiwan diperingati bertepatan dengan hari lahir Konghucu, Kuil Konghucu Taipei pada Senin pagi menggelar upacara peringatan ulang tahun ke-2.576 Konghucu.
Wakil Wali Kota Taipei Lin Yi-hua (林奕華) bertindak sebagai pejabat utama persembahan, sedangkan keturunan generasi ke-79 Konghucu, Kung Tsui-chang (孔垂長), menjadi pejabat yang bertanggung jawab atas persembahan untuk Konghucu.
Para tokoh masyarakat setempat serta pelajar sekolah menengah atas bertugas sebagai pelaksana tata upacara, sementara pelajar sekolah menengah pertama menjadi pemain musik dan murid sekolah dasar bertugas sebagai penari.
Setelah dipersiapkan dalam waktu lama oleh berbagai pihak, upacara tersebut menampilkan secara lengkap tata upacara kuno dengan tiga rangkaian persembahan yang merupakan bagian dari ritual kenegaraan.
Sebuah kelompok dari Okinawa yang pada 1973 berkunjung ke Taiwan untuk mempelajari upacara penghormatan kepada Konghucu dalam rangka pembangunan kembali Kuil Konghucu Okinawa, turut menghadiri upacara, dan menyerahkan surat penghargaan sebagai ungkapan terima kasih.
Upacara tahun ini juga mempertemukan mitra pertukaran dalam bidang Konfusianisme dan pendidikan moral dari berbagai daerah di Jepang, yang menunjukkan daya hidup budaya Konfusianisme yang melampaui batas negara serta terus dipertukarkan dan diwariskan, kata pengelola kuil Taipei.
Selesai/IF