TFDA: Enam hotel bintang lima didenda karena pelanggaran keamanan pangan

30/09/2026 16:05(Diperbaharui 30/09/2026 16:05)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Pejabat kesehatan melakukan inspeksi di sebuah hotel di Tainan dalam foto tanpa tanggal. (Sumber Foto : TFDA)
Pejabat kesehatan melakukan inspeksi di sebuah hotel di Tainan dalam foto tanpa tanggal. (Sumber Foto : TFDA)

Taipei, 30 Sep. (CNA) Direktorat Jenderal Pengawas Obat dan Makanan Taiwan (TFDA) telah mendenda enam hotel bintang lima dengan total NT$466.000 (Rp261,44 juta) karena pelanggaran keamanan dan kebersihan makanan, kata TFDA pada Rabu (30/9).

Denda tersebut diberikan setelah dilakukan inspeksi terhadap restoran di 48 hotel turis internasional dan hotel bintang lima untuk memastikan apakah mereka mematuhi peraturan keamanan makanan terkait pelatihan personel, penyimpanan bahan makanan, dan prinsip kebersihan, menurut pernyataan TFDA.

Dari enam hotel yang didenda, satu hotel gagal melakukan perbaikan hingga batas waktu yang ditetapkan setelah ditemukan pelanggaran prinsip praktik higienis yang baik (GHP), dua hotel melanggar aturan pelabelan makanan, dan tiga hotel menyimpan produk makanan yang sudah kedaluwarsa, demikian pernyataan tersebut.

Inspeksi juga menemukan pelanggaran terkait kualifikasi dan pelatihan personel keamanan makanan, dengan tiga hotel didenda karena tidak mempekerjakan tenaga profesional yang berkualifikasi.

Satu hotel gagal memastikan bahwa teknisi bersertifikat telah menyelesaikan pelatihan sanitasi dan keamanan makanan yang diwajibkan, sementara hotel lain gagal memastikan bahwa staf profesional telah menyelesaikan pelatihan Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP), kata TFDA.

Evergreen Plaza Hotel (Tainan) menerima denda terbesar, yaitu NT$220.000, untuk lima pelanggaran yang mencakup semua kategori di atas kecuali kegagalan menyelesaikan pelatihan HACCP, menurut TFDA.

Emperor Hotel di Taipei dan Janfushan Resort Hotel di Kabupaten Yunlin didenda karena menyimpan makanan kedaluwarsa, sementara Miramar Garden Taipei dan Nice Prince Hotel di Kota Chiayi didenda karena tidak mempekerjakan tenaga profesional yang berkualifikasi.

Hotel Cham Cham Tainan didenda karena pelanggaran pelabelan makanan dan karena gagal memastikan bahwa staf profesional menyelesaikan pelatihan HACCP, kata TFDA.

Liu Fang-ming (劉芳銘), direktur Pusat Manajemen Taiwan Utara TFDA, mengatakan pada Rabu bahwa hotel turis internasional dan hotel bintang lima diwajibkan memiliki setidaknya satu restoran yang menerapkan prinsip HACCP.

Inspeksi terbaru mencakup pendaftaran usaha makanan, kepatuhan terhadap prinsip GHP dan HACCP, pelabelan makanan, asuransi tanggung jawab produk, produk makanan kedaluwarsa, serta kualifikasi dan pelatihan personel keamanan makanan, kata Liu.

(Oleh Shen Pei-yao, Wu Kuan-hsien, dan Jennifer Aurelia)  

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/IF

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.