Fu Chao-hsuan rebut gelar lompat tinggi Asian Games 2026, akhiri puasa emas atletik putra 60 tahun

28/09/2026 09:44(Diperbaharui 28/09/2026 09:44)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Atlet lompat tinggi Taiwan, Fu Chao-hsuan. (Sumber Foto : CNA, 27 September 2026)
Atlet lompat tinggi Taiwan, Fu Chao-hsuan. (Sumber Foto : CNA, 27 September 2026)

Nagoya, 28 Sep. (CNA) Fu Chao-hsuan (傅兆玄) hari Minggu (27/9) meraih medali emas dalam lompat tinggi putra di Asian Games Aichi-Nagoya 2026, mengakhiri puasa gelar atletik putra Taiwan di Asian Games selama 60 tahun.

Atlet lompat tinggi berusia 23 tahun itu berhasil melewati ketinggian 2,25 meter di final, menyamai rekor terbaik musimnya dan memastikan medali emas ketiga bagi Taiwan di Asian Games ke-20.

Kemenangan ini menandai medali pertama Taiwan di nomor lompat tinggi putra Asian Games sejak Liao Hsueh-sung (廖學松) memetik perunggu pada 1990, sekaligus medali emas pertama Taiwan di nomor atletik putra Asian Games sejak Wu Ah-min (吳阿民) memenangkan dasalomba pada 1966.

Atlet lompat tinggi Taiwan, Fu Chao-hsuan. (Sumber Foto : CNA, 27 September 2026)
Atlet lompat tinggi Taiwan, Fu Chao-hsuan. (Sumber Foto : CNA, 27 September 2026)

Dalam wawancara seusai pertandingan, Fu mengungkapkan kegembiraannya, mengatakan bahwa dirinya mengetahui hasil ini merupakan rekor Taiwan dalam 60 tahun terakhir.

Hingga saat itu, kata Fu, ia masih belum dapat mempercayai pencapaiannya, karena targetnya sebelum pertandingan sebenarnya hanya mengincar medali perunggu terlebih dahulu, kemudian melihat apakah ada kesempatan untuk memperjuangkan perak.

Fu mengatakan dirinya sangat fokus sepanjang pertandingan. "Ketika berhasil melewati 2,22 meter, saya hanya merasa kondisi saya sangat bagus. Baru ketika berhasil melewati 2,25 meter, saya menyadari sepertinya saya punya peluang untuk meraih emas."

Ia secara khusus menyebut bahwa Asian Games kali ini juga merupakan pertama kalinya bagi keluarganya untuk pergi ke luar negeri demi menonton pertandingannya.

"Itu membuat saya merasa sangat tenang dan tenteram di lapangan, sehingga saya bisa mengikuti ritme saya selangkah demi selangkah," ucapnya.

Atlet lompat tinggi Taiwan, Fu Chao-hsuan. (Sumber Foto : CNA, 27 September 2026)
Atlet lompat tinggi Taiwan, Fu Chao-hsuan. (Sumber Foto : CNA, 27 September 2026)

Fu mengatakan bahwa selanjutnya ia akan beristirahat terlebih dahulu, kemudian berusaha mengejar kualifikasi Kejuaraan Dunia. Ia berharap dapat naik dari pentas Asia ke panggung dunia.

"Sejak mulai berlatih atletik di sekolah dasar, saya pernah berpikir apakah saya bisa tampil di Olimpiade, bahkan naik podium. Setelah dewasa, barulah saya menyadari betapa sulitnya Olimpiade," kata Fu.

"Namun, sekarang setelah meraih medali emas Asian Games, saya merasa impian masa kecil saya semakin memiliki peluang untuk terwujud," ucapnya.

(Oleh Lee Chien-chung, Christie Chen, Joseph Yeh, dan Jason Cahyadi)

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/

Atlet lompat tinggi Taiwan, Fu Chao-hsuan. (Sumber Foto : CNA, 27 September 2026)
Atlet lompat tinggi Taiwan, Fu Chao-hsuan. (Sumber Foto : CNA, 27 September 2026)
How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.