Menaker Taiwan sebut tidak ada "perendahan status" di pertemuan APEC Tiongkok

23/09/2026 09:05(Diperbaharui 23/09/2026 09:05)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Menteri Ketenagakerjaan Hung Sun-han (depan kedua dari kanan) dan pejabat pemerintah lainnya berpose untuk foto bersama pada pertemuan APEC di Nanjing, Tiongkok, Selasa. (Sumber Foto : Dokumentasi APEC)
Menteri Ketenagakerjaan Hung Sun-han (depan kedua dari kanan) dan pejabat pemerintah lainnya berpose untuk foto bersama pada pertemuan APEC di Nanjing, Tiongkok, Selasa. (Sumber Foto : Dokumentasi APEC)

Taipei, 23 Sep. (CNA) Menteri Ketenagakerjaan Hung Sun-han (洪申翰) hari Selasa (22/9) mengatakan Taiwan tidak mengalami "perendahan status" selama partisipasinya dalam pertemuan tingkat menteri Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di Tiongkok dan diberikan hak yang sama seperti anggota lainnya.

"Selama partisipasi kami dalam pertemuan tersebut, kami tidak mengalami apa yang disebut penurunan status," kata Hung kepada wartawan setelah tiba di Bandara Internasional Taoyuan Taiwan dari Nanjing pada Selasa sore.

Hung menghadiri Pertemuan Tingkat Menteri Pengembangan Sumber Daya Manusia APEC ke-8 di Nanjing pada Senin, menjadi kepala kementerian pertama dalam pemerintahan Presiden Lai Ching-te (賴清德) yang melakukan perjalanan ke Tiongkok.

Berbicara setelah perjalanan tiga hari tersebut, Hung mengatakan bahwa "melalui keteguhan kami yang berkelanjutan dan dengan bantuan Sekretariat APEC, pihak Tiongkok memberikan kami hak yang setara dengan anggota lain sesuai dengan aturan APEC."

Hal itu sejalan dengan penegasan Taiwan atas "martabat timbal balik," kata Hung, merujuk pada prinsip yang telah ia sampaikan sebelum berangkat ke Tiongkok untuk APEC, salah satu dari sedikit forum internasional utama di mana Taiwan menjadi anggota resmi dengan nama "Chinese Taipei".

Hung juga menegaskan bahwa ia tidak mengajukan maupun menggunakan "izin rekan senegara Taiwan" -- dokumen perjalanan yang dikeluarkan Tiongkok untuk warga negara Taiwan, yang paspornya tidak diakui Beijing untuk perjalanan ke Tiongkok.

"Saya tidak mengajukan, juga tidak menggunakannya," kata Hung. "Kami mengikuti praktik biasa dan masuk ke Tiongkok menggunakan surat undangan," merujuk pada pengaturan bagi pejabat Taiwan yang menghadiri pertemuan APEC di Tiongkok.

Ketika ditanya apakah papan nama bertuliskan "Chinese Taipei" di depannya saat pertemuan tersebut merupakan bentuk perendahan status, Hung menegaskan kembali bahwa Chinese Taipei adalah nama keanggotaan resmi Taiwan di APEC.

"Yang benar-benar perlu kami tegaskan adalah bahwa, sebagai anggota resmi APEC, kita menikmati hak yang sama seperti anggota lainnya," katanya.

Perjalanan Hung ke Tiongkok menarik perhatian karena merupakan kunjungan lintas selat yang jarang dilakukan pejabat kabinet dari Partai Progresif Demokratik yang sedang berkuasa di Taiwan dan condong pada kemerdekaan, di tengah hubungan yang tegang antara Taipei dan Beijing.

Menjelang perjalanan Hung, Kantor Urusan Taiwan (TAO) Tiongkok pada 2 September mengatakan bahwa Beijing akan menangani partisipasi Taiwan sesuai dengan "prinsip satu Tiongkok", memorandum APEC yang relevan, dan praktik yang telah ditetapkan.

Juru bicara TAO Zhang Han (張晗) mengatakan posisi Beijing mengenai isu-isu terkait Taiwan di APEC telah "konsisten dan jelas," merujuk pada apa yang ia sebut sebagai "partisipasi wilayah Taiwan."

Dewan Urusan Tiongkok Daratan Taiwan menolak kerangka tersebut pada hari yang sama, dengan mengatakan status Taiwan sebagai anggota penuh APEC tidak dapat direndahkan atau dijadikan bersyarat pada "prinsip satu Tiongkok" milik Beijing, dan menyerukan kepada Tiongkok, sebagai tuan rumah tahun ini, untuk memastikan partisipasi yang setara bagi semua anggota.

(Oleh Sunny Lai dan Miralux) 

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/JC

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.