Taipei, 23 Sep. (CNA) Tingkat pengangguran Taiwan naik untuk bulan ketiga berturut-turut pada Agustus seiring makin banyak pencari kerja pertama kali memasuki pasar tenaga kerja setelah lulus, kata Direktorat Jenderal Anggaran, Akuntansi, dan Statistik (DGBAS) pada Selasa (22/9).
Tingkat pengangguran naik tipis 0,02 poin persentase dari Juli menjadi 3,41 persen, tingkat tertinggi sejak Agustus 2025, ketika berada di angka 3,45 persen. Namun demikian, tingkat ini masih merupakan yang terendah yang tercatat untuk Agustus dalam 26 tahun terakhir.
Setelah penyesuaian musiman, tingkat pengangguran turun 0,01 poin persentase dari Juli menjadi 3,32 persen, menurut data tersebut.
Dalam delapan bulan pertama 2026, tingkat pengangguran rata-rata sebesar 3,33 persen, turun 0,02 poin persentase dari tahun sebelumnya, kata DGBAS.
Jumlah pengangguran naik sebanyak 2.000 orang, atau 0,63 persen, dari Juli menjadi 411.000 orang pada Agustus, seiring dengan meningkatnya jumlah pencari kerja pertama kali sebanyak 3.000 orang, menurut lembaga tersebut.
Sementara itu, jumlah pekerja meningkat sebanyak 4.000 orang, atau 0,03 persen, menjadi 11,66 juta, sementara tingkat partisipasi angkatan kerja naik 0,03 poin persentase dari Juli menjadi 59,66 persen.
Tan Wen-ling (譚文玲), wakil direktur Departemen Sensus DGBAS, mengatakan kepada wartawan bahwa kenaikan tingkat pengangguran pada bulan Agustus sebagian besar mencerminkan faktor musiman.
Ia mengatakan tingkat pengangguran yang telah disesuaikan secara musiman telah menurun, sementara jumlah pekerja dan tingkat partisipasi angkatan kerja meningkat. Pada bulan tersebut, jumlah pekerja dan tingkat partisipasi angkatan kerja mencapai tingkat tertinggi untuk Agustus dalam 32 tahun terakhir.
Secara keseluruhan, angka ketenagakerjaan terbaru menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja Taiwan tetap stabil, kata Tan.
Berdasarkan tingkat pendidikan, orang dengan gelar universitas memiliki tingkat pengangguran tertinggi sebesar 4,56 persen pada Agustus, diikuti mereka yang berpendidikan SMA sebesar 3,13 persen dan SMP 2,01 persen, kata DGBAS.
Tingkat pengangguran di antara orang berusia 15-24 tahun berada di angka 11,74 persen, mencerminkan banyaknya pencari kerja pertama kali di kelompok usia tersebut. Tingkatnya adalah 5,88 persen untuk mereka yang berusia 25-29 tahun dan 3,35 persen untuk mereka yang berusia 30-34 tahun.
Data DGBAS juga menunjukkan bahwa 119.000 orang diklasifikasikan sebagai pekerja setengah menganggur terkait waktu pada Agustus, turun 3.000 orang, atau 2,62 persen, dari Juli dan turun 2.000 orang, atau 1,92 persen, dari tahun sebelumnya.
Dari Januari hingga Agustus, jumlah pekerja setengah menganggur terkait waktu rata-rata 119.000 orang, naik 4.000 orang, atau 3,79 persen, dari tahun sebelumnya, menurut data lembaga tersebut.
Organisasi Perburuhan Internasional mendefinisikan setengah menganggur terkait waktu sebagai situasi di mana seseorang bekerja lebih sedikit jam daripada yang diinginkan dan bersedia serta tersedia untuk bekerja lebih banyak.
Selesai/JC