Ferry Salim salut dengan diaspora, ajak dukung film yang diperankan orang Indonesia

14/08/2026 17:38(Diperbaharui 14/08/2026 17:55)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Aktor Indonesia, Ferry Salim di film Taiwan "The Rope Curse 4: Kuntilanak" yang akan tayang pada 27 Agustus. (Sumber Foto : WOWing Entertainment Group)
Aktor Indonesia, Ferry Salim di film Taiwan "The Rope Curse 4: Kuntilanak" yang akan tayang pada 27 Agustus. (Sumber Foto : WOWing Entertainment Group)

Oleh Jason Cahyadi, penulis staf CNA

Aktor Indonesia, Ferry Salim mengaku salut dengan diaspora, juga mengajak mereka untuk tidak melakukan kejahatan serta menonton film-film yang diperankan orang Indonesia, dikatakannya dalam wawancara dengan CNA terkait film Taiwan "The Rope Curse 4: Kuntilanak" (粽邪4:坤蒂拉娜) yang dibintanginya.

Baca juga: Film Taiwan tentang kuntilanak yang gandeng bintang Indonesia akan tayang 27 Agustus

"Saya selalu salut sama diaspora Indonesia yang berada di negara mana pun," kata Ferry, yang pernah menempuh studi di The Art Institute of Seattle, Amerika Serikat di akhir 1990. "Menurut saya, mereka itu hebat."

Pria kelahiran Palembang itu mengatakan orang-orang Indonesia yang merantau "memiliki kemampuan dan talenta yang sangat luar biasa sekali," yang bisa dimanfaatkan baik oleh negara ataupun individu itu sendiri.

"Saya selalu bilang sama keluarga saya, untuk menjadi bagian daripada rasa kebangsaan kita yang tinggi untuk membangun negeri ini, hal yang paling simpel adalah kita tidak berbuat jahat atau kita tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum," tambahnya.

Lebih baik lagi jika diaspora memiliki kemampuan yang bisa diberikan kepada negeri, masyarakat, dan keluarga, kata Ferry, menambahkan bahwa berkontribusi tidak harus dilakukan dengan berada di Indonesia.

Ferry sendiri pada 2025 menjalani upacara pengucapan sumpah advokat di Pengadilan Tinggi, usai menempuh studi sarjana dan magister hukum di Universitas Kristen Indonesia. Ia juga merupakan Duta Nasional Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) Indonesia pertama yang diangkat pada 2004.

Seiring Ferry berperan di film Taiwan "The Rope Curse 4: Kuntilanak" yang akan dirilis pada 27 Agustus, ia juga mengajak diaspora untuk menontonnya dan mendukung film-film yang diperankan orang Indonesia.

Hubungan Ferry dengan Taiwan sudah terjalin sejak sebelum bermain di film ini. "Saya sering ke Taiwan, saya banyak saudara di Taiwan ... Dan saya suka banget sih ke Taiwan sebetulnya, karena Taipei itu udah enggak asing buat saya."

Ferry menceritakan bahwa ia biasa tinggal di Ximending ketika berada di Taipei, dan kerap mengunjungi berbagai pasar malam, yang ia sebut memiliki makanan-makanan yang enak dan banyak.

"Sangat bersyukur kalau bisa ke sana lagi," kata Ferry, menambahkan bahwa ia rindu pada suasana Taiwan yang "kasual, hangat," makanannya yang "luar biasa sekali," serta transportasinya yang mudah diakses. "Saya naik kereta dari Taipei ke Taichung, ke mana gitu, keretanya bagus, bersih, enak."

(Sumber Foto : WOWing Entertainment Group)
(Sumber Foto : WOWing Entertainment Group)

Ferry juga mengaku "bisa bahasa Mandarin sedikit-sedikit," seiring untuk perannya di film "The Rope Curse 4: Kuntilanak" di mana ia kebanyakan berbicara dalam Mandarin, ia belajar bahasa selama hampir tiga bulan dengan didampingi guru.

Baca juga: Ferry Salim belajar Mandarin hingga ritual keagamaan untuk film horor Taiwan

Film "The Rope Curse 4: Kuntilanak" diawali pembunuhan tragis Mira, seorang pekerja migran Indonesia, di kedai makan di Taiwan, setelah ia menonton siaran langsung yang berisi ritual dukun yang membangkitkan sosok kuntilanak. Pada malam yang sama, pemilik toko tewas gantung diri.

Yulan, wanita Taiwan yang tidak sengaja memasuki lokasi kejadian, juga mengalami berbagai keanehan, lalu diketahui terkena kutukan perpindahan jiwa. Untuk mematahkannya, para tokoh dari kedua negara pun bekerja sama di Indonesia.

Selain Ferry, selebritas Indonesia lainnya yang akan turut mengisi peran di film ini termasuk pemengaruh Andovi da Lopez dan eks anggota JKT48 Yessica Tamara. Sutradara Liao Shih-han (廖士涵) sebelumnya mengungkapkan bahwa "sekitar dua per tiga latar film" berada di Indonesia.

Sebelum dirilis resmi pada 27 Agustus, komunitas Indonesia di Taiwan secara khusus mendapatkan kuota terbatas menonton gratis di Distrik Zhongli, Taoyuan dan Taichung pada 23 Agustus, yang bisa didapatkan melalui pendaftaran, menurut unggahan resmi promosi "The Rope Curse 4: Kuntilanak" di media sosial.

Selesai/IF

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.