Taipei, 13 Agustus (CNA) Militer Taiwan pada hari Kamis (13/8) mengadakan latihan di Kabupaten Yilan untuk mensimulasikan pemblokiran Terowongan Hsuehshan dan mencegah pasukan Tiongkok menggunakannya untuk maju ke Taipei, sebagai bagian dari latihan tahunan Han Kuang.
Latihan tersebut melibatkan pejabat dari lembaga pemerintah pusat dan daerah untuk mendirikan tiga penghalang dalam skenario simulasi di mana pasukan musuh mencoba maju melalui terowongan.
Menurut Lin Ta-shun (林大順), seorang pejabat dari Kantor Cabang Wilayah Utara Biro Jalan Tol, latihan tersebut tidak secara fisik dilakukan di dalam terowongan karena lalu lintas yang padat selama musim liburan musim panas, melainkan di area terbuka dekat kantor cabang Toucheng milik biro tersebut.
Kantor tersebut dan militer bekerja sama untuk memblokir serangan musuh, memperbaiki lubang sebelum biro menyerahkan kendali jalan tol kepada militer, kata Lin. Latihan ini dirancang untuk menguji seberapa baik sistem jalan tol dapat merespons dalam keadaan darurat.
Skenario latihan mencerminkan berbagai tahap Latihan Ketahanan Perkotaan, mulai dari mobilisasi awal dan perlindungan pasukan hingga operasi kontra-pendaratan dan pertahanan berkelanjutan.
Seorang reporter CNA di lokasi mengamati bahwa satuan perlindungan khusus mensimulasikan pemasangan tiga penghalang di titik-titik berbeda sepanjang Terowongan Hsuehshan. Mereka juga mensimulasikan perbaikan darurat pada lubang yang disebabkan oleh ledakan.
Unit-unit Angkatan Darat yang berpartisipasi termasuk Komando Regional Lanyang Angkatan Darat yang berbasis di Yilan dan Brigade Infanteri ke-153, dengan personel aktif dan cadangan turut ambil bagian.
Selama latihan, drone juga digunakan untuk melakukan pengintaian terhadap kekuatan lapis baja Tiongkok yang disimulasikan sedang mendekat.
Pasukan kemudian memancing kekuatan tersebut ke area yang digambarkan sebagai Hsuehshan, di mana drone yang dilengkapi kamera pandangan orang pertama melakukan serangan simulasi sebelum pasukan darat menghadapi musuh di penghalang.
Latihan militer uji pertahanan di seluruh Taiwan tengah
Di tempat lain, Komando Teater Tempur Kelima mengadakan latihan di Taiwan tengah melawan serangan udara simulasi, dengan mengerahkan pasukan darat, helikopter serang, dan drone untuk menghalau pasukan penyerang.
Latihan ini menguji komando dan kendali, koordinasi antar cabang militer yang berbeda, serta perlindungan area-area kunci, dengan drone memberikan pengawasan waktu nyata dan membantu mengidentifikasi target.
Berbicara kepada wartawan, pakar militer Chi Tung-yun (紀東昀) mengatakan latihan tersebut menunjukkan bagaimana drone dapat melengkapi kemampuan militer tradisional, terutama selama tahap awal konflik.
Militer uji sistem evakuasi medis saat perang
Unit medis militer juga mengadakan latihan korban massal di Taoyuan, mensimulasikan situasi di mana satuan militer diserang dan mengalami banyak korban.
Latihan ini menguji sistem evakuasi medis tiga tingkat militer, termasuk pos medis tingkat satuan, fasilitas medis regional, dan rumah sakit militer.
Ketika jalan-jalan diblokir, korban simulasi dipindahkan ke pos kendali evakuasi korban, di mana tim bedah lapangan memberikan perawatan darurat sebelum korban dipindahkan ke rumah sakit setelah rute dibuka kembali.
Latihan ini juga menguji sistem label korban elektronik yang memungkinkan unit medis melacak personel yang terluka secara waktu nyata, termasuk kondisi dan pergerakan mereka melalui sistem medis. Militer mengatakan komunikasi cadangan akan memungkinkan mereka beralih ke catatan kertas, radio, atau faks jika jaringan perang terganggu.
Latihan di Penghu uji bantuan sipil dan operasi penampungan
Di Kabupaten Penghu, Taiwan, komando cadangan bekerja sama dengan Yayasan Tzu Chi dan kelompok masyarakat lokal untuk berlatih mendirikan pos bantuan bagi warga sipil yang membutuhkan tempat penampungan dan bantuan darurat.
Latihan ini mensimulasikan masuknya warga sipil secara massal yang membutuhkan tempat penampungan dan melatih proses registrasi, akomodasi, distribusi bantuan, dan layanan dukungan lainnya. Latihan ini dirancang untuk memperkuat koordinasi antara organisasi militer dan sipil selama keadaan darurat.
Sehari sebelumnya, satuan pengintai amfibi yang bertanggung jawab atas pertahanan Penghu juga mengadakan latihan serangan tembakan gabungan, menggunakan Tactical Assault Kit (TAK) untuk mengirimkan gambar medan perang dan mengidentifikasi target untuk penargetan jarak jauh.
Latihan ini menguji urutan infiltrasi ke suatu area, akuisisi target, dan pengarahan tembakan, menurut Kantor Berita Militer.
Latihan tahunan Han Kuang, yang dimulai pada 5 Agustus dan dijadwalkan berakhir pada hari Jumat, dirancang untuk menguji kesiapan militer Taiwan dan kemampuannya untuk berkoordinasi dengan otoritas sipil dalam berbagai skenario perang.
(Matt Yu, Chao Li-yen, Wu Shu-wei, Chen Chi-ching, Ko Lin dan Miralux)