Perjalanan domestik Taiwan dan pengeluarannya capai rekor tertinggi pada 2025

09/08/2026 09:23(Diperbaharui 09/08/2026 09:23)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Jalan Tua Shenkeng di New Taipei. (Sumber Foto : Dokumentasi CNA)
Jalan Tua Shenkeng di New Taipei. (Sumber Foto : Dokumentasi CNA)

Taipei, 9 Agu. (CNA) Penduduk Taiwan berusia 12 tahun ke atas melakukan 247,61 juta perjalanan domestik pada 2025, tertinggi dalam sejarah dan naik 11,52 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sementara pengeluarannya juga mencetak rekor dengan NT$564,3 miliar (Rp314,25 triliun), naik 9,4 persen, menurut hasil survei yang dirilis Direktorat Jenderal Pariwisata (TA).

Rata-rata, setiap orang melakukan 11,65 perjalanan domestik selama tahun tersebut. Rata-rata perjalanan berlangsung selama 1,32 hari, dengan pengeluaran sebesar NT$2.279 per perjalanan, menurut survei yang dirilis hari Senin (3/8) itu.

Sekitar 79,1 persen perjalanan domestik merupakan perjalanan sehari, sementara 92 persen dilakukan secara mandiri, bukan dalam kelompok.

Responden menyebutkan kemudahan dan aksesibilitas transportasi sebagai faktor terpenting dalam memilih destinasi.

Survei tersebut juga menemukan bahwa 38,9 persen warga Taiwan berusia 12 tahun ke atas melakukan perjalanan ke luar negeri pada tahun 2025, naik 4,3 poin persentase dari tahun 2024. Jepang tetap menjadi destinasi paling populer, menarik 45,3 persen pelancong ke luar negeri, diikuti oleh Tiongkok dan Korea Selatan.

Jumlah perjalanan ke luar negeri naik 12,43 persen dari tahun 2024.

Pengeluaran untuk perjalanan ke luar negeri melampaui NT$1 triliun untuk pertama kalinya, mencapai NT$1,047 triliun. Wisatawan menghabiskan rata-rata NT$55.288 per perjalanan, termasuk tiket pesawat, sementara pengeluaran domestik sebelum dan sesudah perjalanan ke luar negeri rata-rata NT$2.657 per pelancong, dengan total NT$50,3 miliar sepanjang tahun.

Meskipun terjadi peningkatan perjalanan ke luar negeri, 68 persen responden mengatakan mereka tidak mengurangi jumlah perjalanan domestik karena bepergian ke luar negeri, menurut survei tersebut.

Survei perjalanan domestik dilakukan melalui wawancara telepon dan memiliki margin kesalahan sebesar plus atau minus 1,27 poin persentase pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Dalam survei terpisah yang juga dirilis pada hari Senin, Ditjen Pariwisata mengatakan Taiwan menyambut 8,57 juta pengunjung internasional pada tahun 2025, naik 9,12 persen dari tahun sebelumnya.

Para pengunjung tersebut menghabiskan rata-rata US$185,14 per hari, menghasilkan pendapatan pariwisata sebesar US$11,033 miliar, tidak termasuk tiket pesawat, naik 10,02 persen dari tahun 2024.

Akomodasi menyumbang porsi pengeluaran terbesar sebesar 41,82 persen, diikuti makanan sebesar 21,17 persen dan belanja sebesar 18,32 persen.

Pengunjung dari Amerika Serikat mencatat pengeluaran harian tertinggi sebesar US$242,84, diikuti oleh pengunjung dari Korea Selatan, Eropa, dan Jepang. Pengunjung dari Hong Kong paling banyak menghabiskan uang untuk belanja, diikuti oleh pelancong dari Tiongkok dan Korea Selatan, menurut survei tersebut.

Pengunjung internasional tinggal rata-rata 6,95 malam di Taiwan, sementara 42,25 persen telah mengunjungi negara tersebut dalam tiga tahun terakhir. Kepuasan pengunjung secara keseluruhan mencapai 99 persen, menurut survei.

Meskipun rekreasi tetap menjadi tujuan utama perjalanan masuk, pengunjung yang bepergian untuk urusan bisnis atau menghadiri konferensi dan pameran internasional menghabiskan lebih banyak dibandingkan pengunjung internasional lainnya secara rata-rata, kata Administrasi Pariwisata.

Survei tersebut juga menemukan bahwa meskipun pasar malam tetap menjadi daya tarik paling populer, kunjungan ke situs bersejarah meningkat dibandingkan tahun 2019. Taiwan selatan juga menyalip Taiwan tengah sebagai wilayah kedua yang paling banyak dikunjungi setelah Taiwan utara.

Survei pariwisata masuk menggunakan metode quota sampling terhadap pengunjung internasional ke Taiwan pada tahun 2025. Survei ini mengumpulkan 6.660 respons valid dan memiliki margin kesalahan kurang dari 1,2 poin persentase pada tingkat kepercayaan 95 persen.

(Oleh Yu Hsiao-han, Wu Kuan-hsien, dan Muhammad Irfan)

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/ML

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.