Taipei, 14 Agu. (CNA) Kantor Kejaksaan Distrik Taipei telah mendakwa tiga tersangka tambahan dalam kasus kebocoran informasi militer yang dipimpin oleh mantan produser televisi Lee Neng-chien (李能謙), kata kantor tersebut pada hari Jumat (14/8).
Lee, yang telah didakwa pada bulan April atas tuduhan terkait spionase, dituduh membocorkan data pribadi agen intelijen dan informasi militer sensitif kepada agen intelijen Tiongkok pada tahun 2024 dan 2025, menurut jaksa.
Dakwaan terbaru menyebutkan Hung Chia-pei (洪嘉培), Chen Wei-shuo (陳偉碩), dan Cheng Chao-an (鄭兆安) sebagai peserta dalam skema tersebut.
Jaksa menuduh bahwa Hung berusaha menjual basis data besar berisi informasi pribadi kepada agen intelijen Tiongkok untuk mendapatkan keuntungan.
Menurut dakwaan, Hung memperoleh satu set data pada Maret 2025 yang berisi nama, bulan lahir, nomor identitas nasional, jabatan, dan informasi kontak sejumlah besar warga negara Taiwan.
Setelah bertemu Lee pada April 2025, Hung memfilter basis data tersebut menggunakan kata kunci seperti "Kementerian Luar Negeri," "Kementerian Pertahanan Nasional," "Angkatan Darat," "Angkatan Laut," "Angkatan Udara," dan "Cadangan," serta mengekstrak 3.674 data, termasuk informasi pribadi personel intelijen.
Lee diharapkan akan menyerahkan data tersebut kepada agen intelijen Tiongkok, namun transaksi tersebut gagal setelah kedua belah pihak tidak mencapai kesepakatan pembayaran, kata jaksa.
Chen dan Cheng juga didakwa karena membantu Lee mengumpulkan informasi pribadi personel militer pada April 2024.
Menurut jaksa, Lee menginstruksikan Chen untuk mengumpulkan informasi tentang personel militer aktif. Chen kemudian menghubungi Cheng, yang bekerja di bidang pinjaman.
Dengan menggunakan mantan pelanggan pinjamannya sebagai sumber, Cheng mengidentifikasi individu dengan latar belakang militer dan mengumpulkan nama, nomor identitas nasional, dan nomor telepon mereka ke dalam sebuah berkas, yang kemudian dikirimkan kepada Chen.
Chen kemudian meneruskan informasi tersebut kepada salah satu rekan Lee sebagai imbalan NT$5.000 (Rp2,7 juta).
Hung juga didakwa atas pelanggaran Undang-Undang Keamanan Nasional, Undang-Undang Layanan Intelijen, dan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi.
Jaksa mengatakan Hung berulang kali menyangkal melakukan kesalahan dan berusaha membenarkan tindakannya meskipun telah membahayakan keamanan nasional. Mereka merekomendasikan hukuman penjara lebih dari tujuh tahun enam bulan untuknya.
Chen dan Cheng didakwa atas pelanggaran Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi, dengan jaksa merekomendasikan tidak ada hukuman penjara untuk kedua tersangka.
Menurut dakwaan bulan April, Lee mulai bekerja sama dengan seorang agen intelijen militer Tiongkok yang dikenal dengan nama sandi "Small Blue" pada Mei 2024 untuk mengumpulkan informasi pribadi personel militer aktif dan informasi sensitif terkait pertahanan.
Pada tahun 2025, Lee diduga direkrut oleh kontak intelijen Tiongkok lainnya yang dikenal sebagai "Fuzhou Hotspring" saat berada di Fuzhou, Tiongkok.
Jaksa mengatakan ia memperoleh lebih dari 3.000 data pribadi, termasuk milik agen intelijen dan personel militer aktif, dan mengirimkan enam berkas kepada kontak tersebut melalui Telegram.
Lee dan empat tersangka lainnya didakwa pada bulan April atas tuduhan termasuk pelanggaran Undang-Undang Keamanan Nasional, Undang-Undang Layanan Intelijen, dan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi.
Selesai/ML