Taipei, 14 Agu. (CNA) Angkatan Laut dan Direktorat Jenderal Penjaga Pantai (CGA) Taiwan telah menyelesaikan latihan gabungan antiblokade pertama mereka yang melibatkan pengawalan kapal dagang yang membawa pasokan penting ke pelabuhan-pelabuhan di Taiwan timur dan memastikan keamanan kargo setelah dipindahkan ke daratan.
Latihan ini, yang merupakan bagian dari latihan militer Han Kuang, berlangsung pada Rabu (12/8), menurut Military News Agency (MNA).
Dalam skenario latihan, pasukan musuh menyusup ke pelabuhan dan berusaha mengganggu pemindahan pasokan penting, menurut laporan MNA.
Kapal pendarat kelas Yushan milik Angkatan Laut, yang mensimulasikan peran kapal dagang, mendekat dari perairan lepas pantai timur Taiwan, menurut Kementerian Pertahanan Nasional.
Angkatan Laut mengerahkan Surface Action Group dan pasukan permukaan ringan untuk mengawal kapal tersebut, yang kemudian menurunkan pasokan di Pelabuhan Hualien dan Pelabuhan Suao.
CGA juga mengerahkan kapal patroli Taichung, kapal patroli Bali, dan dua kapal patroli 100 ton lainnya.
Di Pelabuhan Hualien, pasukan garnisun mengerahkan kendaraan lapis baja CM21 untuk menghadapi pasukan musuh yang bersembunyi di area tersebut dan mengamankan pelabuhan, sementara sistem pertahanan udara Avenger juga dikerahkan untuk melindungi dari ancaman udara.
Latihan ini juga melibatkan truk trailer dan derek yang disewa dari sektor swasta, yang digunakan untuk memuat kontainer sebelum diangkut ke daratan.
Dalam pernyataan pada hari Kamis, CGA mencatat bahwa ini adalah pertama kalinya Angkatan Laut dan Penjaga Pantai melakukan latihan gabungan antiblokade.
Namun, baik Kementerian Pertahanan Nasional maupun CGA tidak memberikan rincian tentang bagaimana kapal-kapal tersebut mensimulasikan upaya menerobos blokade musuh selama latihan.
Komando Teater Tempur ke-2, yang bertanggung jawab atas pertahanan Taiwan timur, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa latihan pada hari Rabu menguji kemampuan berbagai cabang militer untuk mengoordinasikan operasi mereka.
Koordinasi semacam itu akan memastikan bahwa pasokan perang dapat segera dikirim ke area yang ditentukan, sehingga menopang pasukan yang terlibat dalam pertempuran berkepanjangan dan memperkuat ketahanan operasi penguatan lintas wilayah, kata komando tersebut.
Kemungkinan Taiwan diblokade oleh pasukan Tiongkok menjadi sorotan pada Agustus 2022 ketika Beijing mengerahkan kapal-kapal angkatan laut di dekat pelabuhan-pelabuhan utama di sekitar Taiwan selama latihan militer skala besar yang mengepung pulau tersebut.
Latihan tersebut diadakan setelah kunjungan Ketua DPR AS saat itu, Nancy Pelosi, ke Taiwan.
Selesai/