Surabaya, 14 Agu. (CNA) Lokakarya pariwisata Taiwan digelar di Surabaya hari Rabu (12/8), mengundang pelaku industri setempat serta perwakilan media, dengan Direktur Jenderal Kantor Ekonomi dan Perdagangan Taipei (TETO) di Surabaya, David Lin (林文俊) mengatakan pasar wisatawan Indonesia ke Taiwan terus mengalami pemulihan.
Dalam wawancara dengan CNA, Lin mengatakan hal itu ditunjukkan adanya sekitar 220.000 warga Indonesia yang telah berkunjung ke Taiwan di sepanjang tahun ini, meningkat sekitar 9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Persepsi masyarakat Indonesia terhadap Taiwan dalam beberapa tahun terakhir secara bertahap bergeser dari tujuan untuk bekerja dan berbisnis menjadi tujuan wisata keluarga, kata Lin.
Lingkungan sosial dan harga-harga di Taiwan relatif stabil, sementara media arus utama Indonesia pada umumnya menilai Taiwan sebagai destinasi wisata yang menawarkan nilai yang relatif baik, sehingga turut mendorong pertumbuhan kunjungan wisatawan ke sana, ucapnya.
Menurut statistik Direktorat Jenderal Pariwisata (TA), jumlah kunjungan wisatawan Indonesia ke Taiwan mencapai 235.148 orang pada 2025, meningkat 4,75 persen dibandingkan 2024. Sementara itu, jumlah perjalanan ke luar negeri dari Indonesia pada 2025 mencapai 9.165.894, meningkat 2,39 persen dari 2024.
Di sisi lain, Lin juga menjelaskan bahwa kenaikan biaya visa dari Indonesia ke Taiwan baru-baru disebabkan perubahan kurs, tetapi dampaknya terhadap keseluruhan pengeluaran perjalanan relatif terbatas dengan dibandingkan terhadap biaya tiket pesawat, akomodasi, dan lainnya.
Lin mengatakan Kementerian Luar Negeri Taiwan telah bekerja sama dengan TA untuk menjalankan program yang memungkinkan turis Indonesia yang bepergian bersama-sama dan memenuhi persyaratan memanfaatkan kemudahan visa kelompok untuk mempersingkat waktu pengajuan.
Warga Indonesia yang memenuhi kriteria juga dapat mengajukan Travel Authorization Certificate (TAC) secara daring, sehingga memudahkan perjalanan wisata ke Taiwan, tambahnya.
Direktur Jenderal Kantor Pusat Informasi Pariwisata Taiwan di Jakarta, Abe Chou (周士弼) dalam sambutannya di acara Rabu yang digelar TA, mengatakan bahwa menciptakan lingkungan wisata yang ramah Muslim merupakan salah satu upaya penting Taiwan dalam mengembangkan pasar pariwisata Indonesia.
Taiwan akan terus menambah fasilitas seperti restoran bersertifikat halal, hotel ramah Muslim, serta ruang salat guna meningkatkan kenyamanan dan kemudahan wisatawan Muslim saat berkunjung ke Taiwan, tambahnya.
Kegiatan promosi pariwisata Taiwan dijadwalkan berlanjut pada Jumat hingga Minggu di Lippo Mall Puri di Jakarta dalam bentuk pameran yang ditujukan kepada konsumen umum, berbeda dengan acara di Surabaya yang terutama berfokus pada pertukaran dan kerja sama antarpelaku industri.
Melalui zona pameran bertema Taiwan, berbagai kegiatan interaktif, serta penyajian informasi pariwisata, acara tersebut dijadwalkan memperkenalkan negara tersebut secara langsung kepada masyarakat setempat dan semakin memperluas pasar pariwisata Taiwan.
(Oleh Gwyneth Sharon, pemagang Gabi Huang, Agoeng Sunarto, dan Jason Cahyadi)
Selesai/ML