Taipei, 7 Agu. (CNA) Jembatan Danjiang di Taiwan utara ditutup untuk pertama kalinya pada hari Kamis (6/8) untuk latihan blokade defensif, dengan pasukan mendirikan rintangan guna memperpanjang garis pertahanan Sungai Tamsui dan mencegah pasukan musuh maju menuju Taipei.
Jembatan yang dibuka untuk lalu lintas pada bulan Mei ini menutup jalur ke arah selatan mulai pukul 8 malam hari Kamis hingga pukul 6 pagi hari Jumat untuk latihan tersebut.
Jalur ke arah utara serta jalur pejalan kaki dan sepeda tetap dibuka, menarik perhatian warga yang berhenti untuk menonton dan mengambil foto.
Setelah latihan dimulai, truk pengangkut, kendaraan militer, dan trailer sipil yang disita mengangkut material blokade ke jalur selatan.
Zona blokade berukuran lebar 13 meter dan panjang 200 meter serta dibagi menjadi tiga bagian, masing-masing sekitar 70 meter.
Rintangan yang digunakan meliputi 15 balok beton, penghalang baja berbentuk landak, kawat berduri, dan HESCO bastion buatan AS.
Militer berencana menyelesaikan pemasangan dalam waktu empat jam dan menghapus rintangan dalam waktu empat jam berikutnya. Latihan ini bertujuan untuk mengumpulkan data operasional dan meningkatkan persiapan pertahanan di masa depan.
Para insinyur meletakkan balok kayu di bawah balok beton untuk mencegah kerusakan pada permukaan jalan dan memastikan jembatan dapat dibuka kembali dengan aman untuk lalu lintas setelah latihan.
Satu kompi insinyur dikerahkan untuk latihan ini.
Sumber militer mengatakan kepada CNA bahwa latihan ini tidak terbatas pada jembatan itu sendiri, tetapi merupakan bagian dari persiapan blokade yang lebih luas di sepanjang Sungai Tamsui yang bertujuan memperkuat pertahanan kawasan secara keseluruhan.
Sumber tersebut mengatakan muara Sungai Tamsui dan Bali telah lama menjadi posisi pertahanan penting namun relatif terisolasi satu sama lain.
Sementara pembukaan Jembatan Danjiang telah meningkatkan transportasi lokal, hal ini juga dapat memberikan pasukan musuh rute tambahan untuk menyeberangi sungai dengan cepat dan maju ke arah Tamsui dan pusat Taipei setelah merebut garis pantai Bali atau Pelabuhan Taipei, kata sumber tersebut.
Seiring berkembangnya jembatan menjadi pusat transportasi baru, baik struktur jembatan itu sendiri maupun jalan penghubungnya telah menjadi titik pertahanan kunci, menurut sumber tersebut.
Dimasukkannya jembatan ini dalam latihan Han Kuang tahun ini dimaksudkan untuk melatih penutupan jalur-jalur penting dan menghadang pasukan musuh yang mencoba menyeberangi jembatan dan maju ke arah Taipei.
Pelabuhan Taipei, garis pantai Bali, dan muara Sungai Tamsui adalah lokasi pendaratan potensial utama bagi pasukan Tiongkok dan merupakan beberapa area kunci yang diuji dalam latihan Han Kuang tahun ini.
Selesai/IF