Taipei, 9 Agu. (CNA) Suntikan penurun berat badan yang berbasis agonis reseptor GLP-1 dikaitkan dengan penurunan risiko sebesar 41 persen untuk mengembangkan 13 jenis kanker yang berhubungan dengan obesitas dibandingkan dengan penurunan berat badan yang dicapai hanya melalui diet dan olahraga, menurut sebuah studi dari National Taiwan University Hospital (NTUH).
Obesitas merupakan faktor risiko yang sudah diketahui untuk berbagai jenis kanker, tetapi bukti masih terbatas mengenai apakah obat GLP-1 -- yang populer dikenal sebagai pena penurun berat badan -- dapat mengurangi risiko kanker pada orang obesitas tanpa diabetes.
Studi ini dipimpin Hsu Heng-cheng (許恒誠) dan Chiang Ying-cheng (江盈澄) dari Departemen Obstetri dan Ginekologi NTUH, Chang Yun-hao (張雲澔), kandidat doktoral di Institut Statistika Yang Ming Chiao Tung University, serta peneliti dari Houston Methodist di Amerika Serikat.
Dalam konferensi pers hari Kamis (6/8), Hsu mengatakan timnya menganalisis catatan kesehatan elektronik TriNetX di AS dari orang dewasa dengan obesitas namun tanpa riwayat diabetes atau kanker antara 2014 hingga 2025.
Dengan menggunakan pencocokan skor propensitas dan pembobotan probabilitas terbalik dari pengobatan, para peneliti membandingkan lebih dari 160.000 pasien yang dipasangkan dan diobati dengan obat GLP-1 atau hanya intervensi gaya hidup selama rata-rata masa tindak lanjut sekitar dua tahun.
Pasien yang menerima obat GLP-1 memiliki risiko keseluruhan 41 persen lebih rendah untuk mengembangkan 13 kanker terkait obesitas yang diidentifikasi National Cancer Institute AS, menurut hasil studi tersebut.
Temuan ini dipublikasikan dalam edisi Agustus Annals of Oncology, jurnal resmi European Society for Medical Oncology (ESMO) dan Japanese Society of Medical Oncology.
Menurut Hsu, penurunan terbesar terlihat pada risiko kanker endometrium dan kolorektal. Tidak ditemukan penurunan signifikan untuk kanker payudara, sementara kanker paru-paru tidak termasuk karena tidak diklasifikasikan sebagai kanker terkait obesitas.
Direktur Departemen Obstetri dan Ginekologi NTUH, Chen Chi-hau (陳啓豪), mengatakan temuan ini menunjukkan obat GLP-1 memiliki potensi kuat untuk membantu mencegah kanker endometrium, di mana obesitas merupakan faktor risiko utama.
Hsu menekankan bahwa temuan ini bukan merupakan indikasi baru yang disetujui untuk obat GLP-1, serta menambahkan bahwa pengobatan harus dikombinasikan dengan perubahan gaya hidup sehat dan hanya digunakan setelah berkonsultasi dengan dokter.
Ia juga memperingatkan bahwa studi retrospektif ini tidak menetapkan hubungan sebab-akibat dan bahwa temuan ini masih perlu dikonfirmasi dalam uji klinis prospektif.
Selesai/JC