Taipei, 7 Agu. (CNA) Presiden Lai Ching-te (賴清德) pada hari Kamis (6/8) menaiki kapal milik Direktorat Jenderal Penjaga Pantai Taiwan (CGA) di Distrik Bali, New Taipei untuk mengamati operasi pertahanan pantai selama latihan militer tahunan Han Kuang.
Menurut siaran pers Kantor Kepresidenan, Lai menerima penjelasan tentang peralatan kapal patroli dan operasi serangan pantai. Ia juga memeriksa sistem peluncur misil kapal tersebut dan mempelajari konfigurasi serta kesiapan operasionalnya.
Lai kemudian mengunjungi area pemuatan di Pelabuhan Taipei untuk mempelajari operasi penempatan ranjau dan langkah-langkah pertahanan yang dilakukan oleh Grup Insinyur Angkatan Darat ke-53.
Hari Kamis menandai hari kedua latihan Han Kuang, dengan latihan di Taiwan utara yang berfokus pada pertahanan pantai dan operasi pertahanan lainnya, termasuk penempatan unit peluncur misil Patriot dan Sky Bow ke posisi taktis yang telah ditentukan di taman-taman tepi sungai di Taipei dan New Taipei.
Untuk mencegah pemotretan sistem operasi sensitif, pasukan menutupi panel kontrol kendaraan peluncur dengan jaring kamuflase, sementara personel bersenjata menjaga area tersebut.
Su Tzu-yun (蘇紫雲), seorang peneliti di Institut Penelitian Pertahanan Nasional dan Keamanan yang didanai pemerintah, mengatakan tujuan utama penempatan sistem misil pertahanan udara bergerak adalah untuk menjaga efektivitas tempur. Ia menambahkan bahwa ruang terbuka dan taman di Taipei lebih disukai karena meminimalkan gangguan terhadap fasilitas sipil.
Su mengatakan sistem misil Sky Bow dan Patriot dirancang untuk beroperasi dengan unit peluncur dan komando yang terpisah puluhan kilometer dan terhubung melalui tautan data, sehingga meningkatkan kemampuan mereka untuk bertahan dari serangan. Ia menambahkan bahwa sistem tersebut merupakan bagian dari jaringan pertahanan udara berlapis Taiwan.
Di tempat lain di Kabupaten Changhua, pasukan melakukan pelatihan kesiapsiagaan perang, termasuk latihan pengintaian drone, sekaligus menguji koordinasi militer-sipil dan prosedur logistik melalui pengiriman material penghalang jalan oleh kendaraan sipil. Pasukan cadangan juga berlatih operasi drone, pertempuran jarak dekat, dan mendirikan posisi simulasi senapan mesin serta artileri.
Komando Teater Tempur Kelima mengatakan akan terus melakukan pelatihan realistis untuk memperkuat kemampuan pertahanan Taiwan dan meningkatkan ketahanan masyarakat.
Sementara itu, unit militer di Taiwan selatan melakukan latihan penempatan penghalang jalan di Bandara Internasional Kaohsiung, dengan insinyur mendirikan rintangan untuk mensimulasikan pertahanan pusat transportasi utama selama masa perang. Lebih dari 30 pasukan cadangan yang dipanggil pada awal Agustus juga ikut serta.
Di Taiwan timur, lebih dari 100 pasukan bersenjata lengkap berkumpul di Pelabuhan Perikanan Fugang, Taitung, di mana mereka menaiki kapal penumpang secara tersembunyi dan memuat senjata serta perlengkapan sebelum menuju Pulau Hijau dan Lanyu (Orchid Island) untuk pelatihan taktis. Latihan tersebut mencakup pendirian posisi pertahanan dan pelaksanaan latihan pengintaian drone.
Militer mengatakan latihan ini bertujuan untuk menguji kemampuan memperkuat pulau-pulau terluar, serta menambahkan bahwa personel yang berpartisipasi dengan cepat bergerak untuk melakukan pemuatan, transportasi, dan pengendalian senjata serta perlengkapan.
Menurut sumber yang mengetahui masalah ini, latihan tersebut didasarkan pada skenario di mana pasukan Tentara Pembebasan Rakyat berusaha merebut kedua pulau tersebut sebagai pangkalan depan untuk menyerang Taiwan daratan, menggunakannya sebagai lokasi operasi helikopter dan drone. Militer kemudian berlatih memperkuat pulau-pulau tersebut dengan cepat untuk mencegah penaklukan.
(Oleh Hung Hsueh-kuan, Matt Yu, Tyson Lu, Yeh Su-ping, Cheng Wei-chen, Ko Lin, dan Miralux)
>Versi Bahasa Inggris
Selesai/IF