Rian/Daniel bidik target lebih tinggi pasca gugur di Taipei Open 2026

31/07/2026 10:28(Diperbaharui 31/07/2026 10:28)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Pebulu tangkis Indonesia, Muhammad Rian Ardianto (kanan) dan Daniel Edgar Marvino di 16 besar YONEX Taipei Open 2026 di Taipei Arena, Kamis. (Sumber Foto : CNA, 30 Juli 2026)
Pebulu tangkis Indonesia, Muhammad Rian Ardianto (kanan) dan Daniel Edgar Marvino di 16 besar YONEX Taipei Open 2026 di Taipei Arena, Kamis. (Sumber Foto : CNA, 30 Juli 2026)

Taipei, 31 Juli (CNA) Pasangan ganda putra bulu tangkis Indonesia, Muhammad Rian Ardianto dan Daniel Edgar Marvino, mengatakan mereka menargetkan untuk dapat cepat naik level, setelah gugur di 16 besar YONEX Taipei Open 2026 hari Kamis (30/7).

Di turnamen Super 300 Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) tersebut, Rian/Daniel takluk dari pasangan Taiwan, Lee Jhe-huei (李哲輝) (32) dan Yang Po-hsuan (楊博軒) (29) -- unggulan kedua turnamen sekaligus peringkat ke-17 dunia -- 16-21, 23-25.

Pertandingan berlangsung dengan kejar-kejaran dan selisih angka yang terus tipis, terlebih di akhir set kedua, di mana kedua pasangan memperebutkan poin pamungkas.

Dalam wawancara dengan CNA, Rian mengatakan ia mengucap syukur telah bermain dengan lancar dan tanpa cedera. "Untuk permainan hari ini sendiri ya kita sudah mencoba yang terbaik ya. Mungkin memang beberapa kali di saat keadaan sudah unggul kita belum bisa memanfaatkan."

Daniel juga mengucap syukur pertandingan berjalan tanpa cedera. "Pertandingan saya rasa maksimal, tetapi ya terlalu banyak buang poin ... perlu kita evaluasi."

Rian (30) dan Daniel (22) datang ke Taipei Open 2026 sebagai pasangan debutan, dengan menorehkan hasil manis di pertandingan perdana mereka pada Rabu, menaklukkan Chaloenpom Charoenkitamorn dan Worrapil Thongsa-Nga dari Tailan 21-19, 21-18.

Dalam keterangan yang diberikan usai laga Rabu melalui Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia, Rian mengatakan bahwa walaupun awalnya masih butuh adaptasi dan penyesuaian, mereka terus berkomunikasi untuk mencari solusi, "Dan alhamdulillah berjalan lancar."

"Yang pasti pengin hasil yang maksimal, kami ingin tahu dari persiapan kemarin hasilnya seperti apa dan bisa sejauh mana kami bisa melaju. Melihat juga lawan-lawan banyak pasangan Taipei andalan yang turun jadi mau ukur kemampuan kami," ujarnya.

Sementara itu, Daniel mengaku terpacu bisa berpasangan dengan Rian. "Saya persiapkan dari segi mentalnya dulu agar saya bisa main dengan tenang, dipersiapkan juga komunikasinya di latihan agar adaptasi berjalan dengan baik," ucapnya seperti dikutip.

 

Ditanya CNA tentang perbedaan permainan Kamis dengan laga sebelumnya, Rian mengatakan "kurang lebih sama ... cuma mungkin lawannya hari ini juga kan mungkin sudah lebih berpengalaman dan sudah sering main di level 500 ke atas."

"Kita kurang bisa memanfaatkan sih, beberapa kali, kita sudah sempat unggul, terus juga mungkin bola-bola gampang yang harusnya bisa [menghasilkan] poin, malah kitanya mati sendiri," lanjut Rian.

Daniel menambahkan bahwa mereka "kurang siap" terhadap tekanan lawan, "Karena tekanannya mereka itu kencang-kencang."

Terkait target ke depan, Rian mengatakan mereka ingin cepat bisa bermain di level 500 ke atas. "Jadi targetnya juga bisa menyusul yang empat pasang itu, supaya bisa cepat bersaing lah dengan mereka."

"Jadi bisa berangkat bareng [untuk turnamen]," tambah mantan ganda putra nomor satu dunia bersama Fajar Alfian tersebut, tanpa menjelaskan lebih lanjut. Daniel juga mengulangi target yang senada.

Kepada CNA, Rian juga mengatakan dirinya sudah "sering main" di Taiwan, dan sebelumnya pernah ke Shilin Night Market hingga Taipei 101, tetapi di kedatangannya kali ini belum bepergian karena fokus untuk pertandingan.

Daniel, di sisi lain, mengaku baru pertama kali datang ke Taipei, dan belum banyak mencoba makanan seiring ia juga fokus dengan persiapan.

(Sumber Foto : CNA, 30 Juli 2026)
(Sumber Foto : CNA, 30 Juli 2026)

YONEX Taipei Open 2026, yang diselenggarakan bersama oleh Asosiasi Bulutangkis Chinese Taipei dan Pemerintah Kota Taipei di Taipei Arena dari Selasa hingga Minggu, diikutsertai 468 atlet dan 22 negara, menurut situs webnya. Indonesia memiliki dua wakil yang melaju ke perempat final.

Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin -- unggulan kedelapan ganda putra turnamen -- dijadwalkan menghadapi Lin Chia-yen (林嘉彥) dan Lin Yong-sheng (林永晟) dari Taiwan pada Jumat petang setelah mengalahkan Haruki Kawabe dan Kenta Matsukawa dari Jepang 21-12, 14-21, 21-18.

Di ganda campuran, Rehan Naufal Kusharjanto dan Gloria Emanuelle Widjaja, yang menumbangkan unggulan keenam turnamen Akira Koga dan Natsu Saito asal Jepang 21-14 dan 24-22, dijadwalkan melawan Supak Jomkoh dan Ornnicha Jongsathapornparn dari Tailan pada Jumat sore.

Di babak 16 besar, pasangan ganda putra Ali Faathir Rayhan dan Devin Artha Wahyudi takluk dari pasangan Jepang Hiroki Okamura dan Kyohei Yamashita -- unggulan keenam turnamen -- 21-18, 16-21, 18-21.

Verrell Yustin Mulia dan Bernadine Anindya Wardana juga kalah dari pasangan Jepang, Haruki Kawabe dan Kokona Ishikawa 18-21 dan 16-21.

Di tunggal putri, Thalita Ramadhani Wiryawan takluk dari Tanvi Sharma asal India 17-21, 20-22, sementara Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi kalah dari unggulan kedelapan turnamen, Devika Sihag asal India, 16-21, 15-21.

Di tunggal putra, Prahdiska Bagas Shujiwo takluk dari Justin Hoh asal Malaysia 21-14, 11-21, dan 14-21; Richie Duta Richardo kalah dari Yoo Tae Bin asal Korea Selatan 19-21, 21-18, dan 14-21; dan Muhamad Yusuf tumbang oleh Yudai Okimoto asal Jepang -- unggulan keempat turnamen -- 17-21, 16-21.

Melalui unggahan media sosialnya, Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei hari Selasa menyerukan dukungan untuk para atlet Indonesia. "Saatnya kita bersatu memberikan semangat terbaik untuk para atlet Merah Putih yang sedang berjuang mengharumkan nama Indonesia di ajang bulu tangkis di Taiwan."

(Oleh Jason Cahyadi)

Selesai/ja

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.