Taipei, 19 Juli (CNA) Direktorat Jenderal Kehutanan dan Konservasi Alam (FANCA) mengatakan pada hari Sabtu (18/7) bahwa limpasan yang diperkirakan akan terjadi pada danau bendungan di Sungai Wanli, Kabupaten Hualien, telah tertunda hingga dini hari Senin karena peningkatan rembesan.
Data pemantauan terbaru dari FANCA menunjukkan bahwa ketinggian air berada di 1.086,4 meter pada pukul 8 pagi hari Sabtu, 1,1 meter di bawah puncak bendungan.
Berbicara dalam rapat Pusat Operasi Darurat Pusat (CEOC), Huang Chun-tse (黃群策), direktur cabang FANCA Hualien, mengatakan bahwa badan tersebut mengerahkan pesawat nirawak untuk memantau ketinggian air, dengan gambar udara yang dikirim kembali sekitar pukul 6 pagi.
Huang mengatakan rembesan dari bendungan alami terus terjadi, namun badan tersebut meyakini bahwa rembesan tersebut masih terbatas pada erosi permukaan dan potensi banjir apa pun akan tetap terbatas di saluran sungai.
Ia menambahkan bahwa pemantauan udara akan terus dilakukan untuk melacak perubahan ketinggian air.
Sementara itu, peningkatan rembesan telah memperlambat kenaikan permukaan air, sehingga memperlambat perkiraan waktu puncak bendungan akan terlewati hingga dini hari Senin, kata direktur tersebut.
CEOC sebelumnya memperkirakan bahwa danau bendungan tersebut bisa meluap pada hari Minggu.
● Peringatan banjir 'Merah' akan dikeluarkan Kamis sore untuk danau bendungan Hualien
Menteri Tanpa Portofolio Chi Lien-cheng (季連成), yang juga menghadiri rapat tersebut, mengatakan bahwa peringatan "merah" -- peringatan akan banjir parah -- akan tetap diberlakukan meskipun waktu luapan tertunda, dan mendesak pemerintah daerah untuk terus membantu warga yang dievakuasi.
Selesai/