Taipei, 19 Juli (CNA) Chang Gung Memorial Hospital telah membangun basis data mikrobioma usus pertama di Taiwan yang mencakup orang-orang dari bayi baru lahir hingga usia 93 tahun, memetakan bagaimana bakteri usus berubah sepanjang hidup dan meletakkan dasar bagi pengobatan berbasis mikrobioma di Taiwan.
Mikrobioma usus, yang sering digambarkan sebagai "genom kedua" tubuh, adalah ekosistem kompleks mikroorganisme yang memengaruhi pencernaan, metabolisme, fungsi kekebalan tubuh, dan bahkan kesehatan kardiovaskular, kata Pusat Terapi Mikrobiota Chang Gung (CGMTC) dalam konferensi pers hari Jumat.
Pusat tersebut menganalisis sampel dari 1.005 partisipan Taiwan untuk membuat peta perjalanan hidup mikrobioma usus lokal, memberikan referensi untuk memahami pola kesehatan pada populasi Taiwan.
Wakil Presiden Chang Gung Memorial Hospital, Chiu Cheng-hsun (邱政洵) mengatakan sebagian besar penelitian mikrobioma usus selama ini mengandalkan data dari Eropa dan Amerika Serikat, tetapi perbedaan pola makan dan gaya hidup membuat temuan tersebut mungkin tidak sepenuhnya berlaku di Taiwan.
Basis data mikrobioma yang dikembangkan secara lokal akan meningkatkan akurasi penilaian risiko penyakit saluran pencernaan, metabolik, dan neurodegeneratif di masa depan, sekaligus mendukung pengembangan layanan kesehatan yang lebih personal, kata Chiu.
Studi menemukan masa bayi dan anak-anak adalah periode penting untuk pembentukan mikrobioma usus. Pada awal kehidupan, Bifidobacterium sp. mendominasi dan membantu mengatur perkembangan kekebalan tubuh, sementara bakteri yang terkait dengan pencernaan serat dan fungsi anti-inflamasi menjadi lebih dominan seiring bertambahnya usia.
Para peneliti juga menggunakan kecerdasan buatan untuk mengembangkan model yang memprediksi "usia mikrobioma" seseorang, kata Wakil Direktur CGMTC Yeh Yuan-ming (葉元鳴). Bakteri usus orang dewasa mengandung sinyal terkait usia yang dapat diidentifikasi kecerdasan buatan, menunjukkan mikrobioma mungkin mencerminkan aspek tertentu dari penuaan biologis dan gaya hidup, ujarnya.
Namun, para peneliti memperingatkan bahwa model tersebut masih bersifat eksperimental. Dengan rata-rata kesalahan prediksi sekitar 11,56 tahun, model ini belum dapat digunakan untuk menentukan usia biologis individu, menilai risiko penyakit, atau memberikan diagnosis klinis.
Selesai/