Taiwan perpanjang 2 program fasilitas visa untuk Indonesia

19/07/2026 09:53(Diperbaharui 19/07/2026 09:53)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Kementerian Luar Negeri. (Sumber Foto : Dokumentasi CNA)
Kementerian Luar Negeri. (Sumber Foto : Dokumentasi CNA)

Taipei, 19 Juli (CNA) Taiwan akan memperpanjang keberadaan beberapa negara Asia Tenggara dan Asia Selatan -- termasuk Indonesia -- dalam dua program fasilitasi visanya, tetapi menghapus Kamboja dari daftar, kata Kementerian Luar Negeri (MOFA) pada Jumat (17/7).

India, Indonesia, Vietnam, Myanmar, dan Laos akan tetap memenuhi syarat untuk Proyek Guanhong -- yang mempermudah persyaratan visa untuk kelompok tur tertentu -- dan program Sertifikat Otorisasi Perjalanan (TAC) -- yang menawarkan masuk bebas visa bersyarat -- selama satu tahun lagi, hingga 31 Desember 2027, kata MOFA.

Namun, warga negara Kamboja tidak lagi memenuhi syarat untuk kedua program itu, karena negara tersebut tidak membalas niat baik Taiwan dan malah mengikuti pernyataan Tiongkok yang merongrong kedaulatan Taiwan, kata MOFA dalam rilis pers.

MOFA juga menuduh Kamboja tampak mendukung kemungkinan penggunaan kekuatan oleh Beijing dalam upaya unifikasi dengan Taiwan.

Keterkaitan Kamboja dengan kasus penipuan lintas negara baru-baru ini juga menimbulkan kekhawatiran publik, kata kementerian.

Kamboja telah berpartisipasi dalam dua program tersebut sejak 2018. MOFA mengatakan kelanjutan fasilitasi visa akan bergantung pada perubahan kebijakan negara tersebut terhadap Taiwan di masa depan.

Di sisi lain, Taiwan akan memperpanjang bebas visa untuk warga negara Tailan, Brunei, dan Filipina selama satu tahun, hingga 31 Juli 2027, kata MOFA.

(Oleh Wu Shu-wei, Shih Hsiu-chuan, dan Jason Cahyadi)

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.