Taoyuan, 7 Juli (CNA) Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) mengadakan pengajian akbar dalam rangka Harlah ke-14 PCINU Ranting Taoyuan yang dihadiri sebanyak delapan ribu warga negara Indonesia (WNI), turut dihadiri oleh perwakilan PCINU dari seluruh ranting di Taiwan, Kepolisian Taoyuan, Pemerintah Zhuwei Dayuan, organisasi masyarakat Indonesia di Taiwan, serta masyarakat Indonesia, khususnya para Pekerja Migran Indonesia (PMI), tutur Nur Kholiq, wakil ketua PCINU Taiwan.
Kegiatan yang diselenggarakan di depan gedung Port Tianmu Square Zhuwei Station Port Taoyuan ini dimulai pada pukul 9 pagi dan diakhiri pada pukul 5 sore. Sekitar pukul 9 pagi hingga 2 siang, kegiatan beragam dihadirkan di atas panggung, antara lain salawatan, pencak silat, permainan rebana serta sosialisasi dari kepolisian Taotuan, ujar Kholiq.
Pegiat media, Tony Thamsir, turut hadir mendampingi kepolisian Taoyuan di atas panggung untuk menerjemahkan pesan yang dikemukakan pada jamaah yang hadir. Saat dihubungi oleh CNA, Tony mengatakan, beberapa perwakilan dari divisi kepolisian urusan warga negara asing ini memberikan pesan penting yaitu menjauhi narkoba dan pengawasan terhadap penipuan.
Tony menjelaskan, pada kegiatan tersebut, kepolisian mengatakan pada jamaah untuk berhati-hati terhadap penipuan yang dilakukan oleh teman sendiri seperti memberikan informasi palsu tawaran pekerjaan. Adapun juga yang paling sering menimpa PMI adalah meminjamkan kartu ATM kepada temannya, sehingga disalahgunakan untuk penipuan. Pihak kepolisian pun berpesan untuk tidak meminjamkan kartu identitas seperti ARC dan kartu ATM-nya kepada siapapun, karena bahaya untuk disalahgunakan.
Tony juga menjelaskan bahwa pihak kepolisian juga berpesan pada PMI untuk menjauhi narkoba. Bahkan, menurut informasi dari Tony, ada PMI kaburan yang dipaksa majikannya untuk menggunakan amfetamin obat terlarang agar mereka kuat bekerja. Hal ini membuat mereka terpelosok dalam kejahatan narkoba.
Menurut informasi Tony, beberapa perwakilan DPRD Dayen dan kantor legislatif juga hadir memberikan sosialisasi di atas panggung menyapa para jamaah.
“Menurut saya, kebetulan saya membantu panitian menghitung jumlah jamaah yang hadir, jumlahnya minimal 6000 orang hingga pertengahan hari, bisa juga lebih. Bus yang datang saja lebih dari 50 bus dari seluruh Taiwan,” tutur Tony yang kerap diminta untuk sebagai kolaborator dalam membantu PCINU ini.
Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI), Arif Sulistiyo. Dalam kata sambutannya, Arif menyampaikan sejumlah pesan penting kepada WNI di Taiwan, khususnya para Pekerja Migran Indonesia. Ia mengingatkan WNI untuk menjaga kesehatan di tengah cuaca panas yang sangat ekstrem dengan mengonsumsi makanan yang bergizi dan perbanyak minum serta beristirahat yang cukup, menurut informasi dari rilis pers KDEI.
“Cuaca saat ini sangat panas dan ekstrem. Saya mengajak seluruh WNI untuk menjaga kesehatan, makan yang bergizi dan perbanyak minum air putih, serta beristirahat yang cukup,” ujar Arif.
Arif juga mengimbau seluruh WNI untuk senantiasa mematuhi aturan yang berlaku di Taiwan, termasuk aturan lalu lintas, serta menjaga dokumen pribadi dengan baik. Ia menegaskan agar paspor, ARC, maupun buku tabungan tidak dipinjamkan kepada pihak lain, meskipun kepada orang terdekat.
“Jangan pernah meminjamkan paspor, ARC, atau buku tabungan kepada siapa pun. Dokumen-dokumen tersebut sangat penting dan harus dijaga sendiri,” senada dengan pesan kepolisian Taoyuan.
Sementara itu, pada pukul 2 siang hingga 4 sore, dalam tausiahnya, K.H. Anwar Zahid Al Hafidz mengajak para peserta, yang mayoritas merupakan Pekerja Migran Indonesia, untuk tetap istiqomah, menjaga ukhuwah, terus menjalankan ibadah, serta menebarkan pesan-pesan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.