Kerupuk slondok Indonesia ditahan di perbatasan Taiwan atas pemanis buatan

16/06/2026 14:11(Diperbaharui 16/06/2026 14:11)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

(Sumber Foto : TFDA)
(Sumber Foto : TFDA)

Taipei, 16 Jun. (CNA) Direktorat Jenderal Pengawas Obat dan Makanan Taiwan (TFDA) hari Selasa (16/6) mengumumkan satu kelompok kerupuk slondok asal Indonesia yang berbobot 1 ton telah ditahan di perbatasan karena ditemukan mengandung pemanis buatan yang tidak diizinkan.

Uji sampel dari sekelompok produk berlabel "木薯餅(CASSAVA CRAKERS (SLONDOK CINCIN))" menemukan sakarin berkadar 0,09 gram per kilogram dan asam siklamat 0,97 gram per kilogram, sementara di Taiwan kedua pemanis buatan itu tidak diizinkan dikandung produk semacam ini, menurut TFDA.

Karena melanggar peraturan, kata TFDA, 1 ton produk yang diimpor Taiwan Sheba Enterprise Co. dari Initisari Jaya Bantul, Yogyakarta tersebut dikembalikan atau dimusnahkan sesuai peraturan.

Secara total, TFDA hari Selasa mengumumkan 13 produk impor yang ditahan di perbatasan Taiwan, termasuk masing-masing tiga dari Tiongkok, Prancis, dan Jepang serta masing-masing satu dari Indonesia, Jerman, Amerika Serikat, dan Myanmar.

(Oleh Jason Cahyadi)

Selesai/IF

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.