Taipei, 11 Jun. (CNA) Seorang pekerja migran Indonesia (PMI) asal Lampung yang sempat koma dan menjalani perawatan intensif selama tujuh hari setelah menjadi korban kecelakaan lalu lintas di Kaohsiung pada 17 Mei lalu, kini telah pulih dan mulai kembali beraktivitas.
Saat CNA mengunjungi Kaohsiung Municipal Gangshan Hospital pada Selasa (9/6), Royhan tampak dalam kondisi sehat dan sudah dapat berjalan sendiri. Meski demikian, ia mengaku masih bingung mengenai cara membayar biaya perawatan yang timbul selama menjalani pengobatan di rumah sakit.
Beruntung, menurut Royhan, agensinya telah membantu menanggung sementara biaya perawatannya. Agensi tersebut juga mendatangkan adiknya dari Indonesia untuk mendampinginya selama masa pemulihan.
Royhan, yang telah bekerja di Taiwan selama dua tahun, baru lima bulan bekerja di sebuah pabrik di Distrik Gangshan ketika kecelakaan tersebut terjadi. Ia menjadi korban tabrak lari oleh sebuah mobil yang dikemudikan seseorang yang diduga berada di bawah pengaruh narkoba. Pengemudi tersebut kemudian meninggal dunia.
Baca berita sebelumnya: Pekerja migran koma pasca tertabrak pengemudi yang diduga bawa narkoba di Kaohsiung
Saat dimintai keterangan mengenai kronologi kejadian, Royhan mengaku tidak mengingat apa pun terkait kecelakaan yang menimpanya.
“Saya hanya diberi tahu mengenai keadaan saya bahkan saat koma dan tidak sadarkan diri, saya tidak ingat. Semua kejadian saya tahu karena cerita orang-orang. Saya sudah tidak ingat sama sekali pada saat ditabrak hingga saat saya sadar baru bisa berkomunikasi. Yang saya ingat waktu itu hari Minggu, hari libur saya mau beli makan, tiba-tiba kejadian kecelakaan itu,” ungkap Royhan.
Royhan mengatakan kondisinya kini terus membaik. Ia sudah bisa berjalan sendiri ke kamar mandi tanpa bantuan, meskipun jari-jari tangannya masih sulit digerakkan dan lengannya masih terasa sakit saat digunakan.
Berdasarkan keterangan agensinya, Royhan ditabrak dari belakang saat sedang mengendarai sepeda dan berhenti di lampu merah. Pihak agensi juga menilai proses pemulihannya berlangsung sangat cepat mengingat beberapa minggu sebelumnya ia masih dirawat di ICU dan belum sepenuhnya sadar.
Saat Royhan masih berada dalam kondisi kritis, Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei Arif Sulistiyo beserta jajarannya sempat mengunjunginya di rumah sakit.
Baca juga: Kepala KDEI Taipei jenguk PMI kecelakaan lalu lintas di Kaohsiung
Menurut keterangan dari Linda, staf shelter KDEI yang berada di Kaohsiung, PMI tersebut telah menjalani operasi pada kepalanya karena terjadi pendarahan otak akibat kecelakaan tersebut. Dikarenakan sang penabrak tewas, hingga saat ini belum diketahui bagaimana cara mendapatkan hak-hak seperti pembiayaan rumah sakit dan ganti rugi.
Royhan menuturkan harapannya bahwa ia masih ingin tetap bekerja di Taiwan, karena ada beban yang harus ia tanggung seperti pembayaran biaya perawatannya serta kebutuhan lainnya yang masih harus dipenuhi.