Taipei, 8 Jun. (CNA) Sebuah delegasi dari Kavalan Cultural Foundation of Hualien County berangkat ke Kanada pada Jumat (5/6) untuk mempelajari lebih dari 40 artefak Kavalan yang dikumpulkan misionaris Kanada Dr. George Leslie Mackay pada 1880-an, kata yayasan hari Minggu (7/6).
Delegasi tersebut juga akan membuat film dokumenter yang menampilkan artefak-artefak tersebut, menurut sebuah unggahan yang dipublikasikan yayasan di Facebook.
Mackay mengunjungi permukiman Kavalan di seluruh Dataran Lanyang, yang kini berada di Kabupaten Yilan, beberapa kali selama tahun 1880-an saat berkhotbah di Taiwan. Kavalan adalah salah satu dari 16 suku adat yang diakui secara resmi di Taiwan.
Misionaris tersebut mengumpulkan banyak artefak, termasuk tekstil serat pisang, gaun upacara wanita, hiasan kepala, ikat pinggang, gelang tangan, dan alat tenun selama kunjungannya. Setelah kembali ke Kanada, ia menyumbangkan koleksi tersebut ke Royal Ontario Museum.
Menurut yayasan, benda-benda tersebut kemudian diidentifikasi sebagai artefak budaya Kavalan oleh mendiang Hu Chia-yu (胡家瑜), seorang profesor antropologi di National Taiwan University, dalam kunjungan penelitian ke museum pada 2000.
Hu kemudian membagikan foto-foto dan temuan penelitiannya kepada Kelompok Tenun Sutra Pisang Suku Xinshe di Hualien.
Yayasan mengatakan bahwa foto-foto dan temuan penelitian ini menjadi penghubung penting bagi masyarakat Kavalan untuk terhubung kembali dengan pengetahuan leluhur dan tradisi budaya, serta membantu meletakkan dasar bagi kebangkitan kembali kerajinan tenun serat pisang suku tersebut.
Ditambahkan bahwa koleksi ini menawarkan gambaran langka tentang kehidupan Kavalan abad ke-19 dan merupakan catatan penting sejarah dan budaya suku tersebut.
Ketua yayasan, Bauki Angaw mengatakan perjalanan ini menandai pertama kalinya keturunan Kavalan melakukan perjalanan ke Kanada untuk memeriksa, mendokumentasikan, dan mengukur artefak yang telah lama tersebar tersebut.
Kunjungan ini akan membantu menghubungkan masa lalu dengan masa kini, katanya, menggambarkannya sebagai sesuatu yang sangat signifikan.
Bekerja bersama para peneliti dan spesialis, delegasi Kavalan yang beranggotakan tujuh orang ini akan melakukan analisis terhadap struktur tekstil, pola tenun, estetika, dan teknik, menurut yayasan.
Temuan-temuan tersebut diharapkan dapat mendukung upaya di masa depan untuk menghidupkan kembali teknik tenun tradisional dan memperkuat program pendidikan budaya, kata yayasan.
Anggota delegasi tersebut meliputi tiga penenun, dua pembuat film dokumenter, seorang profesor yang mengkhususkan diri dalam studi masyarakat adat, dan seorang kurator yang mengkhususkan diri dalam pameran masyarakat adat.
Kavalan adalah salah satu suku asli Taiwan yang telah hidup selama berabad-abad di Dataran Lanyang, dan dikenal dengan teknik tenun serat pisang mereka, menurut Dewan Urusan Masyarakat Adat.
Suku ini secara resmi diakui sebagai kelompok masyarakat adat tersendiri oleh pemerintah Taiwan pada 2002.
Selesai/JC