Jemaah Indonesia padati 228 Peace Memorial Park Taipei untuk salat Iduladha

27/05/2026 17:45(Diperbaharui 27/05/2026 17:45)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Salat Iduladha digelar di pelataran National Taiwan Museum yang berada di wilayah 228 Peace Memorial Park. (Sumber Foto : CNA, 27 Mei 2026).
Salat Iduladha digelar di pelataran National Taiwan Museum yang berada di wilayah 228 Peace Memorial Park. (Sumber Foto : CNA, 27 Mei 2026).

Taipei, 27 Mei (CNA) Sekitar 6.000 pekerja migran Indonesia dan diaspora Muslim memadati kawasan 228 Peace Memorial Park di Taipei pada Rabu (27/5) untuk menunaikan salat Iduladha yang digelar dalam tiga sesi.

Gema lafaz takbir berkumandang di sekitar National Taiwan Museum yang berada di kawasan taman tersebut. Lokasi yang biasanya dipenuhi pekerja migran Indonesia (PMI) setiap hari Minggu itu tampak dipadati jemaah sejak pagi hari.

Salat dijadwalkan dalam tiga sesi yang masing-masing dimulai pukul 06.30, 07.30, dan 08.30, ujar Ketua panitia penyelenggara salat Iduladha dari Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Taiwan, Nur Kholiq, yang mengatakan jumlah jemaah yang hadir dari ketiga sesi mencapai sekitar 6.000 orang, dengan jumlah terbanyak pada sesi pertama sekitar 3.000 orang.

 

Saat ditanya CNA mengenai alasan salat Iduladha tahun ini tidak digelar di pelataran National Dr. Sun Yat-sen Memorial Hall seperti tahun sebelumnya, Kholiq mengatakan Iduladha kali ini bertepatan dengan hari kerja sehingga banyak pekerja tidak memperoleh libur. Menurut dia, apabila dilaksanakan di Sun Yat-sen Memorial Hall, lokasi tersebut akan terlalu luas.

Sebanyak sekitar 150 panitia dikerahkan untuk mendukung pelaksanaan salat. Panitia tersebut merupakan gabungan dari berbagai majelis taklim dan PCINU Taiwan, ujar Kholiq yang juga pernah menjabat sebagai ketua panitia salat Iduladha di lokasi yang sama dua tahun lalu.

Kholiq menjelaskan rangkaian kegiatan telah disusun secara tertib. Acara diawali dengan kumandang takbir, dilanjutkan salat Iduladha dua rakaat, salam, dan khotbah. Ia menambahkan bahwa dirinya kerap dipercaya menjadi ketua panitia pelaksanaan salat Idulfitri maupun Iduladha di Taiwan.

Panitia sebelumnya telah mengimbau jemaah untuk berwudu terlebih dahulu di rumah sebelum datang ke lokasi salat. Namun, Kholiq mengatakan panitia juga menyediakan area khusus di sisi kiri belakang lokasi bagi jemaah yang belum sempat berwudu dari rumah.

“Alhamdulilah salat Iduladha kali ini diberi kelancaran dengan cuaca yang cerah juga. Jemaah yang hadir diperkirakan sekitar 6000 orang. Kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama pemerintah Taiwan, pihak museum taman 228, Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) serta kepolisian setempat," kata Kholiq.

Di bagian belakang jemaah pria, jemaah wanita sedang khusyuk menunaikan salat. (Sumber Foto : CNA, 27 Mei 2026).
Di bagian belakang jemaah pria, jemaah wanita sedang khusyuk menunaikan salat. (Sumber Foto : CNA, 27 Mei 2026).

Sementara itu, Kepala KDEI Taipei Arif Sulistiyo yang ditemui seusai sesi pertama salat mengatakan pelaksanaan salat Iduladha berjalan lancar. Ia juga menyebutkan kegiatan serupa digelar di sekitar 30 lokasi di seluruh Taiwan. Di akhir wawancara, Arif menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Iduladha kepada seluruh umat Muslim yang merayakan.

Di sisi lain, Mustika, seorang pekerja migran yang bekerja sebagai perawat lansia, mengaku bersyukur memperoleh izin setengah hari dari majikannya untuk menunaikan salat Iduladha. Pekerja yang bekerja di kawasan Yangmingshan, Taipei, itu mengatakan dirinya akan kembali bekerja pukul 09.00 setelah salat selesai.

Usai menunaikan salat, sejumlah jemaah tampak tidak langsung pulang. Beberapa di antaranya memanfaatkan waktu untuk bersilaturahmi dengan rekan-rekan mereka serta menikmati hidangan khas Nusantara di restoran Indonesia terdekat, sebagaimana disampaikan sejumlah pekerja perawat lansia kepada CNA.

(Oleh Miralux)
Selesai/ja

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.