Kepala KDEI Taipei jenguk PMI kecelakaan lalu lintas di Kaohsiung

29/05/2026 11:49(Diperbaharui 29/05/2026 11:49)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Kepala KDEI, Arif Sulistiyo menjenguk PMI korban kecelakaan lalu lintas di Kaohsiung. (Sumber Foto : KDEI).
Kepala KDEI, Arif Sulistiyo menjenguk PMI korban kecelakaan lalu lintas di Kaohsiung. (Sumber Foto : KDEI).

Taipei, 29 Mei (CNA) Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei, Arif Sulistiyo, pada Minggu (24/5) menjenguk pekerja migran Indonesia (PMI) asal Lampung yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas di Gangshan, Kaohsiung pekan lalu. 

Baca berita sebelumnya Pekerja migran koma pasca tertabrak pengemudi yang diduga bawa narkoba di Kaohsiung

PMI yang sempat mengalami koma dan berada di ICU selama 7 hari, kini telah dalam kondisi membaik dan sempat sadar saat dijenguk oleh jajaran KDEI. Pada Minggu Arif bersama dengan Kepala Bagian Administrasi, Wawan Kurniawan, Analis Bidang Tenaga Kerja, Mira Caliandra dan Linda, petugas tempat penampungan KDEI Kaohsiung. Nampak hadir pula agensi PMI yang menjenguk kala itu beserta dengan rekan PMI dari asal desa yang sama dengan korban.

Kepala KDEI beserta jajarannya menjenguk korban. Korban telah menjalani operasi pada kepalanya karena terjadi pendarahan otak akibat kecelakaan tersebut. (Sumber Foto : KDEI).
Kepala KDEI beserta jajarannya menjenguk korban. Korban telah menjalani operasi pada kepalanya karena terjadi pendarahan otak akibat kecelakaan tersebut. (Sumber Foto : KDEI).

Menurut keterangan dari Linda yang dihubungi oleh CNA, PMI tersebut telah menjalani operasi pada kepalanya karena terjadi pendarahan otak akibat kecelakaan tersebut. PMI juga telah dapat berkomunikasi meski kadang masih lambat atau acak dalam merespon.

Dikarenakan sang penabrak tewas, maka hingga saat ini belum diketahui bagaimana untuk mendapatkan hak-hak seperti pembiayaan rumah sakit dan ganti rugi. Sementara itu, menurut Linda pihak majikan tidak mau bertanggung jawab dikarenakan kejadian pada saat itu PMI sedang libur kerja.

“Saat ini kondisi PMI sudah mulai membaik dan sudah dipindahkan ke bangsal untuk perawatan biasa, tetapi masih perlu penjagaan khusus, maka agensi berinisiatif untuk mendatangkan keluarga korban dari Indonesia,” ujar Linda yang diwawancarai CNA melalui sambungan telepon.

Dalam kesempatan ini, perwakilan agensi juga menyampaikan akan mendatangkan keluarga PMI untuk mendampingi perawatan PMI. KDEI juga menyampaikan kepada agensi agar mengawal pengobatan maupun pemenuhan hak-hak PMI untuk mencegah adanya pihak-pihak yang menawarkan jasa dan mengambil keuntungan dari kondisi PMI, tulis keterangan KDEI.

Sementara itu, Kepala KDEI berjanji untuk terus akan membantu memonitor dan mengawal pengurusan hak-hak termasuk tuntutan pada keluarga penabrak, hal tersebut disampaikan pada CNA saat diwawancarai melalui sambungan telepon. 

“Semangat terus untuk sembuh, perkembangan (kondisi) bagus. KDEI nanti ketemu sama dokternya dan komunikasi terus dengan agensi untuk monitor kondisinya Mas. Kita juga kawal hak-hak Mas, termasuk tuntutan kepada keluarga penabrak,” ujar Arif dalam keterangan rilis pers KDEI.

KDEI Taipei melalui keterangannya juga mengimbau PMI untuk waspada dalam berkendara dan penuhi kewajiban memiliki SIM sebagai proteksi diri. Sejak Januari sampai dengan Mei 2026, kecelakaan lalu lintas menempati urutan ketiga penyebab kematian pada PMI, menurut KDEI.

(Oleh Miralux)

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.