SJU luluskan 171 mahasiswa Indonesia angkatan pertama program kelas khusus

11/06/2026 18:11(Diperbaharui 11/06/2026 18:11)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

(Sumber Foto : St. John’s University)
(Sumber Foto : St. John’s University)

Taipei, 11 Juni (CNA) St. John’s University (SJU) telah meluluskan 171 mahasiswa angkatan pertama International Industrial Talents Education Special Program (INTENSE Program) asal Indonesia, dengan wisuda yang dihadiri para orang tua dan perwakilan enam perguruan tinggi mitra, kata universitas di New Taipei itu.

Menurut rilis pers, Rektor SJU Tang Yen-po (唐彥博) mengatakan INTENSE Program didukung dana pemerintah dan bekerja sama dengan enam perusahaan unggulan, dan hasilnya telah mendapat sorotan dari CommonWealth Magazine dan menempati peringkat tiga besar di Taiwan.

INTENSE Program sendiri menyediakan kesempatan bagi mahasiswa internasional untuk menjalani studi dan magang di Taiwan dengan tunjangan yang disediakan pemerintah dan perusahaan mitra, dan para pesertanya diwajibkan bekerja di Taiwan setelah lulus, menurut situs web Kementerian Pendidikan.

Tang menegaskan keberhasilan program ini mencerminkan kekuatan SJU dalam internasionalisasi dan kerja sama industri-akademisi, sekaligus menunjukkan komitmen kampus dalam membina talenta industri dari Asia Tenggara.

Selama bertahun-tahun, ucapnya, universitas berupaya menciptakan lingkungan internasional yang hangat dan inklusif melalui kerja sama mendalam dengan dunia industri, menyediakan jalur pembelajaran dan magang yang komprehensif, serta mewujudkan pengembangan akademik dan karier secara bersamaan.

Seluruh dosen dan staf akan terus menjadi pendukung terkuat bagi mahasiswa internasional agar dapat belajar, tumbuh, dan berkembang dengan tenang di Taiwan, tambah Tang.

Wisuda pada 6 Juni dihadiri perwakilan enam perguruan tinggi mitra SJU dari Indonesia, termasuk Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA), Universitas Muhammadiyah Surabaya, Universitas Narotama, Universitas Islam Malang (UNISMA), Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, dan Politeknik Negeri Jakarta.

(Sumber Foto : St. John’s University)
(Sumber Foto : St. John’s University)

Rektor UNUSA Tri Yogi Yuwono dalam sambutannya menegaskan pendidikan tinggi tidak lagi mengenal batas negara, dan tantangan global membutuhkan generasi muda yang memiliki wawasan internasional, kemampuan beradaptasi, dan kepedulian terhadap sesama, menurut rilis pers universitas tersebut.

Tri Yogi menekankan bahwa kolaborasi antara UNUSA dan SJU merupakan contoh nyata sinergi global dalam mempersiapkan lulusan yang siap menghadapi masa depan. Ia juga juga menyampaikan apresiasi kepada tujuh mahasiswa universitasnya yang telah berhasil menyelesaikan INTENSE Program.

"Tujuh mahasiswa UNUSA telah meninggalkan tanah air, menyeberangi lautan, beradaptasi dengan budaya baru, menghadapi tantangan akademik yang berbeda, dan berhasil melewati seluruh proses tersebut dengan baik," ujarnya.

"Mereka membawa nilai-nilai profesionalisme dan akhlak mulia yang menjadi karakter UNUSA serta memadukannya dengan keunggulan inovasi dan teknologi yang dikembangkan di St. John’s University," tambahnya.

Ia juga mengingatkan bahwa dunia saat ini berkembang sangat cepat dengan kemajuan kecerdasan buatan, teknologi digital, dan inovasi berkelanjutan, sehingga lulusan perguruan tinggi tidak hanya dituntut memiliki kompetensi teknis, tetapi juga integritas, empati, dan tanggung jawab sosial untuk memberikan solusi bagi tantangan masyarakat.

Rektor UNUSA Tri Yogi Yuwono. (Sumber Foto : UNUSA)
Rektor UNUSA Tri Yogi Yuwono. (Sumber Foto : UNUSA)

Mohammad Jasa Afroni, perwakilan UNISMA yang juga pernah mendampingi mahasiswa INTENSE Program asal Indonesia selama dua semester, dalam sambutannya memuji keberanian para peserta didik internasional yang meninggalkan tanah air serta berhasil melewati tantangan akademik dan budaya.

Menurutnya, gelar yang kini mereka raih bukan sekadar bukti pengetahuan, melainkan juga simbol kemandirian dan kemampuan beradaptasi yang kuat.

Ia berharap para lulusan dapat memikul tanggung jawab baru setelah memasuki dunia kerja, tetap rendah hati, peduli kepada sesama, serta menjadikan pengalaman internasional yang berharga ini sebagai jembatan kokoh antara Indonesia dan Taiwan.

Seorang perwakilan lulusan asal Indonesia dalam pidato berbahasa Mandarin membagikan kisah perjuangannya saat pertama kali meninggalkan kampung halaman untuk belajar di Taiwan.

Dari rasa rindu rumah dan tekanan besar yang dihadapi pada awalnya, ia akhirnya menemukan sahabat-sahabat yang telah menjadi seperti keluarga sendiri, sehingga dapat merasakan kehangatan layaknya berada di rumah meskipun berada di negeri orang.

(Sumber Foto : St. John’s University)
(Sumber Foto : St. John’s University)

Sementara itu, Ketua Dewan Mahasiswa SJU Sung Yi-hsien (宋宜先) secara khusus memuji mahasiswa INTENSE Program Indonesia yang telah melampaui batas budaya dan memperkaya keberagaman kampus.

Puncak acara berlangsung ketika Wakil Rektor Bidang Akademik Chen Shueh-fen (陳雪芬) merekomendasikan seluruh lulusan. Setelah itu, para mahasiswa Indonesia satu per satu naik ke panggung untuk menerima prosesi pemindahan tali toga dan dianugerahi ijazah secara resmi.

Pihak universitas juga memberikan sejumlah penghargaan yang secara khusus diperuntukkan bagi mahasiswa berprestasi di INTENSE Program Indonesia.

Setelah upacara berakhir, Tang mengadakan jamuan makan siang di restoran bagi para perwakilan universitas mitra dalam dan luar negeri, orang tua mahasiswa internasional, serta para lulusan.

Wakil Rektor Ho Tung-hao (何東晧) juga menyerahkan paket cendera mata universitas kepada para tamu sebagai ungkapan terima kasih atas dukungan mereka kepada SJU.

(Oleh Jason Cahyadi)

Selesai/ML

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.