Reporter CTi dituntut karena diduga menyuap tentara untuk bocorkan rahasia militer

07/05/2026 11:28(Diperbaharui 07/05/2026 11:28)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Reporter CTi TV, Lin Chen-you, dituntut pada Rabu karena diduga bersekongkol dengan "kekuatan asing yang bermusuhan" untuk meminta informasi rahasia dari enam personel militer yang masih aktif dan yang sudah pensiun, serta memproduksi konten media di bawah arahan pihak asing. (Sumber Foto : Dokumentasi CNA) 
Reporter CTi TV, Lin Chen-you, dituntut pada Rabu karena diduga bersekongkol dengan "kekuatan asing yang bermusuhan" untuk meminta informasi rahasia dari enam personel militer yang masih aktif dan yang sudah pensiun, serta memproduksi konten media di bawah arahan pihak asing. (Sumber Foto : Dokumentasi CNA) 

Kaohsiung, 6 Mei (CNA) Kejaksaan pada Rabu (7/5) menuntut seorang reporter CTi TV karena diduga menyuap enam anggota militer yang masih aktif dan yang sudah pensiun untuk membocorkan rahasia militer kepada "kekuatan asing yang bermusuhan" serta memproduksi program di bawah instruksinya, dan mengatakan bahwa mereka menuntut hukuman penjara hingga 12 tahun.

Enam personel militer aktif dan pensiunan yang terlibat dalam kasus ini juga dituntut, kata kejaksaan dalam sebuah konferensi pers di Kantor Kejaksaan Distrik Taiwan Ciaotou hari Rabu setelah menyelesaikan penyelidikan mereka.

Lin Chen-you (林宸佑) (28) meliput isu-isu politik -- terutama di Legislatif -- untuk CTi News dan menjadi pembawa acara program politik di saluran YouTube media tersebut sebelum diperiksa oleh kejaksaan Ciaotou pada 17 Januari dan kemudian ditahan tanpa hak kunjungan.

Menurut kejaksaan, Lin bekerja sama dengan seorang warga negara Tiongkok bernama Huang (黃), seorang agen dari "kekuatan asing yang bermusuhan", dalam sebuah plot untuk membahayakan keamanan nasional.

Sejak 2023, Lin menggunakan lima rekening bank untuk mentransfer uang kepada enam personel Angkatan Darat dan Angkatan Laut, baik yang masih aktif maupun pensiunan, bermarga Hung (洪), Chung (鍾), Chen (陳), Yang (楊), Lai (賴), dan Ko (柯) sebagai imbalan atas informasi militer rahasia, kata kejaksaan.

Enam penerima suap tersebut menggunakan ponsel mereka untuk memotret "rahasia militer", termasuk dokumen internal rahasia dan catatan elektronik, lalu mengirimkannya melalui aplikasi pesan kepada "kekuatan asing yang bermusuhan", tambah kejaksaan.

Menurut kejaksaan, Lin kemudian menerima pembayaran dari luar negeri -- diperkirakan sebesar NT$169.493 (Rp93,87 juta) -- melalui akun pertukaran mata uang kripto di Binance dan OKX untuk "menyembunyikan sumber hasil ilegal".

Sementara itu, kejaksaan mengatakan bahwa Lin memproduksi video di CTi, YouTube, dan media sosial yang menentang upaya pemakzulan legislator Partai Kuomintang (KMT) -- sebuah kampanye yang didukung oleh Partai Progresif Demokratik yang berkuasa, dengan tujuan menghilangkan mayoritas oposisi di Legislatif -- dari Juni hingga Agustus tahun lalu atas instruksi dari "kekuatan asing yang bermusuhan".

"Kekuatan asing yang bermusuhan" tersebut juga memberikan ide cerita, menyetujui naskah terlebih dahulu, dan kemudian mengirimkan 4.325 Tether (USDT), senilai sekitar NT$130.000, sebagai hadiah setelah Lin mengirimkan tangkapan layar jumlah penonton video tersebut, kata kejaksaan.

Menurut pernyataan kejaksaan, Lin dituntut melanggar Undang-Undang Anti-Infiltrasi, Undang-Undang Pengendalian Pencucian Uang, dan Undang-Undang Anti-Korupsi atas tuduhan termasuk menerima suap secara bersama-sama, di mana kejaksaan menuntut hukuman penjara masing-masing lima, lima, dan tujuh tahun.

Lin dapat menghadapi hukuman gabungan hingga 12 tahun, menurut kejaksaan.

Kejaksaan juga meminta Pengadilan Distrik Ciaotou untuk menjatuhkan hukuman berat kepada enam personel militer yang dituntut atas suap karena melanggar tugas berdasarkan Undang-Undang Anti-Korupsi, mentransfer catatan elektronik rahasia ke Tiongkok yang melanggar Undang-Undang Keamanan Nasional, dan pengungkapan rahasia berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Kejaksaan mengatakan kasus ini diajukan berdasarkan Undang-Undang Hakim Warga Negara, tetapi akan dipindahkan dari sistem tersebut karena alasan keamanan nasional, serta menambahkan bahwa Lin diperkirakan akan dikirim ke Pengadilan Distrik Ciaotou pada Kamis untuk sidang penahanan.

(Oleh Hung Hsueh-kuang, Shih Hsiu-chuan, dan Jennifer Aurelia)  

>Versi Bahasa Inggris
How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.