Taipei, 7 Mei (CNA) Presiden Lai Ching-te (賴清德) telah menganugerahkan salah satu penghargaan tertinggi Taiwan kepada warga negara asing Michael J. Fonte, mantan kepala perwakilan Partai Progresif Demokratik (DPP) di Amerika Serikat, atas kontribusinya terhadap hubungan Taiwan-AS.
Fonte menerima Order of Brilliant Star with Grand Cordon dalam sebuah upacara yang diadakan di Kantor Kepresidenan pada Rabu.
Menurut kutipan penghargaan, ia diakui atas peran kunci dan "kontribusi luar biasa" dalam memajukan hubungan Taiwan-AS.
Lai, ketua DPP yang berkuasa, menggambarkan Fonte sebagai "seorang teman yang telah berjuang bersama rakyat Taiwan" dan menyampaikan harapan agar Fonte terus membimbing generasi muda serta mendukung demokrasi, perdamaian, dan kemakmuran Taiwan.
Lai mengatakan Fonte, yang berasal dari New York, lulus dari seminari pada tahun 1967 dan awalnya tertarik untuk melayani di kota-kota besar seperti Tokyo, Caracas, atau Santiago, namun justru ditempatkan di pedesaan Taiwan, di mana ia bekerja dengan para petani di Taichung, Changhua, dan Miaoli.
Fonte menghabiskan enam jam sehari untuk belajar nada bahasa Taiwan dan menjadi sangat mahir, kata Lai, seraya menambahkan bahwa Fonte sering mengatakan Taiwan "mencuri hatinya."
Lai memuji Fonte atas upayanya mempromosikan hak asasi manusia dan keadilan sosial selama masa darurat militer dan kemudian melobi untuk Taiwan di Kongres AS melalui Formosan Association for Public Affairs, membantu mengamankan dukungan AS selama masa ketidakpastian diplomatik.
Fonte mengenang saat tiba di Taiwan pada tahun 1967 sebagai misionaris di Taiwan tengah, di mana ia menyaksikan penindasan di bawah darurat militer.
Ia juga mengenang pertemuannya dengan aktivis pro-demokrasi Taiwan, Peng Ming-min (彭明敏), di University of Michigan. Peng ikut menyusun Deklarasi Penyelamatan Diri Formosa dan ditangkap karenanya.
Fonte juga mengingat pendirian Majalah Formosa, yang kemudian memicu Insiden Kaohsiung pada tahun 1979.
Ia mengatakan keputusan selanjutnya untuk membuka persidangan delapan aktivis yang ditahan kepada publik di bawah tekanan internasional menandai "titik balik" dalam perkembangan demokrasi Taiwan.
Seandainya ada yang memberitahunya saat itu bahwa Taiwan akan menjadi negara demokrasi dalam dua dekade, kata Fonte, mengutip pepatah Taiwan, ia akan mengatakan kepada mereka untuk "teruslah bermimpi."
Meski menghadapi tantangan tersebut, para aktivis pro-demokrasi Taiwan tetap bertahan, katanya.
"Mimpi, kata orang, sulit mati, tapi di hati orang Taiwan, mimpi tidak pernah mati," kata Fonte, seraya menambahkan bahwa dunia harus terus mendukung Taiwan di tengah ancaman yang terus berlanjut dari Tiongkok.