Taipei, 6 Mei (CNA) Kantor Ekonomi dan Perdagangan Taipei (TETO) di Indonesia hari Selasa (5/5) mengucapkan belasungkawa atas kecelakaan kereta api di Bekasi Timur pada akhir April yang telah merenggut 16 nyawa.
"Atas nama rakyat dan Pemerintah Taiwan," kata TETO dalam sebuah unggahan Facebook, "Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh korban, keluarga, dan orang-orang terkasih mereka."
"Kami turut bersolidaritas dengan semua orang yang terkena dampak tragedi ini dan mendoakan kekuatan, penghiburan, dan kesembuhan bagi mereka yang berduka atau sedang memulihkan diri selama masa yang sangat sulit ini," tambah TETO.
Kepada CNA, TETO dalam keterangan tertulis hari Selasa mengatakan pihaknya belum menerima laporan adanya warga atau perusahaan Taiwan di Indonesia yang terdampak atau mengajukan permintaan bantuan akibat insiden ini.
TETO mengatakan pihaknya akan terus memantau perkembangan upaya penyelamatan, evakuasi, dan pemulihan transportasi oleh pemerintah setempat.
"Apabila terdapat kebutuhan bantuan darurat dari warga negara kami, kami akan memberikan bantuan yang diperlukan sesuai prosedur yang berlaku," kata kantor tersebut.
TETO mengimbau warga Taiwan untuk selalu merujuk pada informasi keselamatan perjalanan luar negeri dan bantuan darurat dari situs Biro Urusan Konsuler Kementerian Luar Negeri sebelum bepergian.
Kantor tersebut juga mengimbau warga untuk merencanakan perjalanan dengan baik, menyimpan kontak kantor perwakilan Taiwan di luar negeri serta kontak keluarga atau kerabat, dan memastikan telah memiliki asuransi perjalanan yang memadai.
TETO mengatakan pihaknya menyediakan saluran siaga bantuan darurat bagi warga Taiwan yang aktif 24 jam di nomor +62-811-984-676.
Kecelakaan ini terjadi pada 27 April, mulanya dipicu taksi Green SM yang mogok di tengah perlintasan sebidang akibat gangguan sistem kelistrikan, dan kemudian dihantam kereta rel listrik (KRL) yang melintas, dilansir Antara.
Akibatnya, satu rangkaian KRL tujuan Cikarang terhenti secara darurat di Stasiun Bekasi Timur dan ditabrak dari belakang oleh Kereta Api Bromo Anggrek, menyebabkan 16 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka, menurut pemberitaan itu.
Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya hari Selasa mengatakan pihaknya telah mengambil keterangan dari 36 saksi, termasuk sebelas korban, delapan saksi di sekitar lokasi, delapan orang dari pihak operasional perkeretaapian, empat dari instansi terkait, tiga pelapor, serta dua dari Taksi Green SM, dilansir Antara.
Hingga Rabu pagi, tercatat sebanyak 90 pelanggan kereta yang sempat dirawat di rumah sakit telah kembali ke rumah, sementara 17 lainnya masih menjalani perawatan, menurut pemberitaan Antara.
Vice President Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia (Persero), Anne Purba, menyampaikan bahwa pemantauan kondisi pelanggan terus dilakukan secara berkala agar kebutuhan penanganan dapat terpenuhi secara menyeluruh, sebut pemberitaan itu.
Selesai/ja