Ratusan ABK migran ikuti pemeriksaan kesehatan dan potong rambut gratis di Donggang

16/06/2026 16:04(Diperbaharui 16/06/2026 16:04)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

(Sumber Foto : Korps Urusan Perbatasan NIA)
(Sumber Foto : Korps Urusan Perbatasan NIA)

Taipei, 16 Juni (CNA) Sebanyak 105 anak buah kapal (ABK) migran mengikuti kegiatan pemeriksaan kesehatan dan potong rambut gratis di Asosiasi Perikanan Donggang pada Minggu (14/6), kata Direktorat Jenderal Imigrasi (NIA) selaku penyelenggara dalam sebuah rilis pers, Selasa.

Mengingat para ABK yang bekerja bertahun-tahun di laut kerap mengalami kelelahan kronis, sakit gigi, dan penglihatan kabur akibat beban kerja, Yayasan Budha Tzu Chi mengorganisasi tim medis profesional dan relawannya untuk memberikan layanan penuh, termasuk pengobatan Tiongkok dan Barat serta pelayanan kedokteran gigi dan mata.

Biro Kesehatan Masyarakat Kabupaten Pingtung juga menghadirkan kendaraan rehabilitasi keliling yang menyediakan fisioterapi serta pemeriksaan kesehatan seperti ultrasonografi perut dan elektrokardiogram, dengan dokter yang mendengarkan serta melayani kondisi fisik dan mental para awak kapal.

(Sumber Foto : Korps Urusan Perbatasan NIA)
(Sumber Foto : Korps Urusan Perbatasan NIA)

Untuk mengatasi hambatan bahasa, para imigran baru secara sukarela bertindak sebagai penerjemah, memberikan dukungan bahasa Indonesia, Filipina, dan Vietnam, membangun jembatan komunikasi antara dokter dan pasien.

Di lokasi kegiatan juga disediakan area potong rambut gratis yang dilakukan penata rambut dari HAPPYHAIR, sementara Asosiasi Rawai Tuna Taiwan juga menyediakan kotak makanan hangat untuk memulihkan energi.

Dalam kegiatan, petugas NIA melaksanakan kuis berhadiah tentang pencegahan perdagangan manusia, disertai edukasi interaktif untuk memberikan konsultasi hukum dan jalur bantuan, guna meningkatkan kemampuan perlindungan diri para ABK.

Kepala Korps Urusan Perbatasan NIA Lin Ching-fen (林清芬) mengatakan kegiatan ini memadukan pemerintah, organisasi masyarakat sipil, dan jaringan medis Tzu Chi untuk mengintegrasikan kepedulian kemanusiaan ke manajemen perbatasan, serta melindungi kesehatan dan kesejahteraan ABK asing di Taiwan secara menyeluruh.

(Oleh Jason Cahyadi)

Selesai/IF

(Sumber Foto : Korps Urusan Perbatasan NIA)
(Sumber Foto : Korps Urusan Perbatasan NIA)
How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.