Berita Pilihan Taiwan Berbahasa Indonesia EP21

27/04/2026 16:52(Diperbaharui 27/04/2026 16:52)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

 

Kunjungan Presiden Lai ke Eswatini ditangguhkan diduga karena tekanan Tiongkok

Presiden Lai Ching-te berencana bertandang ke Eswatini, satu-satunya sekutu Taiwan di Afrika, selama lima hari untuk merayakan 40 tahun masa pemerintahan dan ulang tahun ke-58 Raja Mswati III. Namun, pada 21 April, sehari sebelum jadwal keberangkatannya, perjalanan Lai diumumkan batal.

Sekjen Kantor Kepresidenan Pan Men-an mengatakan hal ini disebabkan "pemaksaan ekonomi" oleh Tiongkok, yang membuat Seychelles, Mauritius, dan Madagaskar yang berada di jalur penerbangan "secara tak terduga dan tanpa alasan membatalkan izin terbang di wilayah udara mereka."

Menggantikan Lai, Menteri Luar Negeri Lin Chia-lung tiba di Eswatini pada 25 April.

Dalam video yang disiarkan di jamuan makan malam pada 26 April, Lai mengucapkan terima kasih kepada Raja Mswati III dan pemerintah Eswatini atas dukungannya terhadap partisipasi internasional Taiwan.

Menyoroti kerja sama bilateral, Lai menyebutkan proyek-proyek yang sedang berlangsung, termasuk fasilitas penyimpanan minyak strategis dan rencana taman inovasi industri Taiwan.

Ziarah Dajia Mazu berakhir usai lintasi 4 daerah

Tandu Mazu kembali ke Kuil Dàjiǎ Zhènlán pada 27 April dini hari, setelah menempuh  lebih dari 340 kilometer dan melewati ratusan kuil di Taichung, Changhua, Yunlin, dan Chiayi sejak 17 April.

Setelah sempat mengalami keterlambatan ketibaan karena antusiasme warga, patung-patung yang ikut serta ditempatkan secara berurutan di altar, sementara para umat menyentuhnya dengan permohonan keselamatan dan kelancaran.

Diiringi lantunan doa dari petugas kuil, kegiatan tahunan arak-arakan ziarah Mazu Dajia yang berasal dari abad ke-18 ini pun resmi berakhir.

Selama kegiatan, sejumlah insiden sempat terjadi. Di Changhua pada 18 April malam, perselisihan di antara anggota kelompok penyambut prosesi mengakibatkan dorong-mendorong. Tiga polisi yang turun tangan terjatuh dan terluka.

ABK Indonesia dievakuasi pasca terluka saat bekerja di perairan Yilan

Sebuah kapal perikanan Taiwan pada sore 21 April melaporkan seorang ABK Indonesia terluka akibat terkena alat penangkapan ikan di perairan timur laut Yilan dan membutuhkan evakuasi.

Setelahnya, sebuah kapal Penjaga Pantai dikerahkan dan menjemput pasien beserta pendampingnya di 140 mil laut timur laut Hualien, lalu melanjutkan pelayaran ke 85 mil laut di luar Hualien.

Pada larut malam, Helikopter Black Hawk milik Korps Layanan Udara Nasional Taiwan dikerahkan dan melaksanakan operasi pengangkatan.
Helikopter mendarat di Bandara Hualien pada 22 April dini hari, dan ABK tersebut segera dilarikan ke rumah sakit.

Pria ditangkap usai coba rampok bank di Taipei

Seorang pria bermarga Lin yang berusia 31 tahun berupaya merampok cabang CTBC Bank di Distrik Daan, Taipei pada 24 April, dengan mengancam staf menggunakan senapan angin dan granat palsu.

Petugas kepolisian yang tiba setelah menerima laporan menemukan Lin di ruang brankas, sedang memasukkan uang ke dalam sebuah koper hingga terkumpul 10 juta dolar Taiwan.

Lin sempat menodongkan senapan angin ke kepala manajer bank. Namun, diduga saat mencoba menembak, peluru yang jatuh adalah bola baja, sehingga aksinya terbongkar oleh polisi.

Setelah kebuntuan singkat, dia berhasil dilumpuhkan dan ditahan. Tiga polisi terluka dalam prosesnya.

Tersangka tampaknya bertindak sendiri dan diduga melancarkan aksinya karena menanggung utang sekitar 7 juta dolar Taiwan, sebab investasi belakangan ini tidak menghasilkan keuntungan, sementara dia harus membayar sewa rumah serta menafkahi istri dan dua anaknya.

Lin ditahan tanpa akses komunikasi atas permohonan kejaksaan dan persetujuan pengadilan.

ABK migran Indonesia dievakuasi ke Pingtung pasca diduga tersedak tulang

Penjaga Pantai Taiwan pada 20 April sore menerima laporan insiden dari sebuah kapal perikanan di perairan sekitar 8,1 mil laut barat daya Fangshan, Pingtung.

Menurut laporan, seorang ABK Indonesia diduga tersedak tulang bebek setelah makan, dan membutuhkan bantuan medis segera.

Penjaga Pantai pun mengerahkan kapal patroli yang berhasil menjemput pasien dan pendampingnya di sekitar 4 mil laut lepas pantai Fangliao.

Berdasarkan pengamatan awal petugas, pasien menunjukkan gejala seperti bibir pucat, kesadaran menurun, dan kelemahan pada anggota tubuh.

Setelah tiba di pelabuhan, pasien segera diserahkan kepada petugas medis untuk dibawa ke rumah sakit.

(Oleh Jason Cahyadi dan Jennifer Aurelia)

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.