ABK Indonesia dievakuasi dengan helikopter pasca terluka saat bekerja di perairan Yilan

22/04/2026 15:08(Diperbaharui 22/04/2026 15:08)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

(Sumber Foto : NASC)
(Sumber Foto : NASC)

Taipei, 22 Apr. (CNA) Seorang anak buah kapal (ABK) migran Indonesia di kapal perikanan Taiwan dievakuasi menggunakan helikopter setelah terluka akibat alat penangkap saat bekerja di perairan Kabupaten Yilan pada Selasa (21/4), kata otoritas penyelamat udara.

Sebuah kapal perikanan yang berbasis di Kelurahan Su'ao pada Selasa sore melaporkan seorang pria ABK asal Indonesia tidak sengaja terluka akibat terkena alat penangkapan ikan saat bekerja di perairan timur laut Yilan, dan dinyatakan membutuhkan evakuasi medis darurat setelah penilaian medis jarak jauh oleh dokter.

Skuadron III, Brigade I, Pangkalan Hualien Korps Layanan Udara Nasional (NASC) hari Rabu menyatakan bahwa setelah menerima misi, kapal patroli Direktorat Jenderal Penjaga Pantai (CGA) yang berbobot 2.000 ton "New Taipei" terlebih dahulu dikerahkan.

Kapal CGA bertemu kapal perikanan itu di 140 mil laut timur laut Kabupaten Hualien untuk menjemput pasien beserta pendampingnya, lalu melanjutkan pelayaran ke perairan 85 mil laut di luar Hualien, kata skuadron tersebut.

Pada sekitar pukul 23.00, Helikopter Black Hawk bernomor NA-713 milik NASC dikerahkan ke perairan 85 mil laut timur laut Hualien di wilayah laut antara Taiwan dan Kepulauan Okinawa untuk melakukan pertemuan, kata skuadron itu.

Petugas CGA kemudian keluar dari kabin untuk melaksanakan operasi pengangkatan dengan tandu ke helikopter, kata skuadron tersebut.

Helikopter mendarat di Bandara Hualien pada pukul 00.44 hari Rabu, dan ABK tersebut diserahkan kepada petugas kepolisian dan pemadam kebakaran, lalu segera dilarikan ke rumah sakit untuk perawatan, kata skuadron tersebut.

(Oleh Zhang Qi dan Jason Cahyadi)

Selesai/IF

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.