Taipei, 27 Apr. (CNA) Sebuah pemungutan suara pemakzulan terhadap kepala Dusun Lunpi, Wu Ping-tsung (吳秉宗), di Desa Datong, Kabupaten Yilan, lolos pada Sabtu (25/4), didorong oleh kontroversi atas penanganannya terhadap proyek pertambangan di wilayah adat tradisional penduduk asli Taiwan.
Sebanyak 338 suara diberikan, dengan 214 mendukung pemakzulan, 120 menolak, dan empat suara tidak sah, demikian disampaikan Komisi Pemilihan Kabupaten Yilan pada malam itu.
Karena suara yang mendukung mencapai 35,31 persen dari 606 pemilih yang memenuhi syarat di dusun tersebut, melebihi ambang batas hukum dan jumlah suara penolakan, pemakzulan tersebut disetujui, kata komisi itu.
Para penggagas pemakzulan mengatakan bahwa Wu mengabaikan penentangan warga setempat terhadap proyek pertambangan dan malah mendukung pengembang dengan dalih netralitas administratif. Mereka mengatakan bahwa penarikan kembali izin tersebut bertujuan untuk melindungi generasi mendatang dari potensi kerusakan lingkungan.
Wu mengatakan dalam sebuah unggahan Facebook pada bulan Maret bahwa proyek tersebut berjalan sesuai dengan Undang-Undang Dasar Penduduk Asli.
Ia berpendapat bahwa pengembang telah mengadakan sesi pengarahan dengan penduduk asli setempat dan bahwa opini publik akan menentukan apakah proyek itu akan dilanjutkan. Ia membantah tuduhan bahwa ia mendukung perusahaan tersebut.
Wu juga mengatakan bahwa ia telah mempertahankan sikap netral terhadap konstituennya dan akan menghormati hasil pemungutan suara, bahkan jika itu didasarkan pada apa yang ia gambarkan sebagai kesalahpahaman.
Selesai/ja