Mahasiswa asing cicipi pengalaman pendaratan Koxinga di Taiwan

27/04/2026 15:46(Diperbaharui 27/04/2026 15:46)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Kegiatan pengalaman pendaratan Koxinga yang digelar Komunitas Luer di Distrik Annan, Tainan pada Minggu. (Sumber Foto : CNA, 26 April 2026)
Kegiatan pengalaman pendaratan Koxinga yang digelar Komunitas Luer di Distrik Annan, Tainan pada Minggu. (Sumber Foto : CNA, 26 April 2026)

Tainan, 27 Apr. (CNA) Mahasiswa asing turut berpartisipasi dalam kegiatan pengalaman pendaratan Koxinga (鄭成功) di muara Sungai Luermen pada Minggu (26/4), mengenakan seragam militer zaman dahulu dan menaiki rakit karet sambil menyalakan kembang api untuk menyimulasikan adegan pertempuran laut.

Dalam kegiatan yang digelar Komunitas Luer di Distrik Annan, Tainan ini, para peserta terlebih dahulu pergi ke Kuil Zhengmen untuk memberi penghormatan dan berdoa kepada Pangeran Yanping (延平王) -- gelar yang disematkan untuk Koxinga -- lalu menaiki rakit karet secara berkelompok sambil membawa panji.

Mereka perlahan-lahan berlayar masuk ke Sungai Luermen, disertai penjelasan pemandu, untuk menyimulasikan adegan sejarah ketika Koxinga memimpin pasukan melalui Pelabuhan Luermen dalam menyerang pasukan Belanda yang kala itu menguasai sebagian Taiwan.

Ketua Asosiasi Pengembangan Komunitas Luer, Tsai Teng-chin (蔡登進) dalam wawancara dengan media mengatakan bahwa kegiatan ini, yang telah memasuki tahun ke-15-nya, diikuti sekitar 250 orang, termasuk mahasiswa asal Filipina, Belize, Palau, Paraguay, Malaysia, Jepang, hingga Vietnam.

Seorang mahasiswa asing mengatakan ia sangat terkejut sebuah komunitas lokal dapat menyelenggarakan kegiatan budaya sejarah di atas air seperti ini secara mandiri.

Prosesnya sangat menarik dan merupakan pengalaman yang langka, ucapnya, yang berharap ia dapat membawa pengalaman ini kembali ke negara asalnya untuk dibagikan.

Lee Wan-ju (李宛儒), seorang direktur sekolah dasar di Distrik Jiali, mengatakan ini adalah pertama kalinya sekolahnya membawa para pelajar untuk berpartisipasi. Ia berharap metode yang lebih nyata ini dapat membantu siswa mengenal sejarah Taiwan, dan para guru juga memperoleh banyak manfaat.

Koxinga, lahir pada 1624 dan wafat pada 1662, adalah seorang jenderal Dinasti Ming Selatan yang menolak penaklukan Dinasti Qing atas Tiongkok pada abad ke-17 dan kemudian mengusir Belanda dari Taiwan untuk mendirikan Kerajaan Tungning yang bertahan hingga 1683.

(Oleh Yang Ssu-jui dan Jason Cahyadi)

Selesai/ja

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.