Menkes: Gerakan Taipei menuju kota bebas rokok miliki dasar hukum kuat

16/03/2026 17:58(Diperbaharui 16/03/2026 17:58)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

(Sumber Foto : Dokumentasi CNA)
(Sumber Foto : Dokumentasi CNA)

Taipei, 16 Mar. (CNA) Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Shih Chung-liang (石崇良) hari Senin (16/3) menyatakan bahwa penetapan seluruh kota sebagai kawasan dilarang merokok, seperti yang direncanakan Taipei, memiliki dasar hukum yang kuat, di mana pemerintah daerah dapat menyediakan area khusus di luar ruangan.

Sebelumnya, Wali Kota Taipei Chiang Wan-an (蔣萬安) berencana untuk mengembangkan "Kota Bebas Rokok" dengan mengacu pada praktik di luar negeri, di mana kotanya akan menyediakan ruang atau area merokok khusus guna memisahkan perokok dan nonperokok.

Dalam wawancara media sebelum sebuah konferensi pers hari Senin, Shih mengatakan bahwa Pasal 18 Undang-Undang Pencegahan Bahaya Tembakau menyatakan larangan total merokok berlaku untuk area dalam ruangan, tetapi ruang merokok yang memenuhi standar dapat disediakan di lokasi tertentu.

Sementara itu, kata Shih, Pasal 19 mengatur mengenai area luar ruangan tertentu yang dapat ditetapkan sebagai kawasan dilarang merokok.

Shih menegaskan bahwa di kawasan terbuka tersebut, merokok pada prinsipnya dilarang, tetapi otoritas dapat menetapkan titik khusus yang mengizinkannya.

Sebagai contoh, kata Shih, stadion olahraga luar ruangan biasanya dilarang merokok secara total, tetapi tetap diizinkan memiliki area merokok yang ditentukan.

Lebih lanjut, kata Shih, Pasal 19 ayat 1 butir 4 memberikan wewenang khusus bagi pemerintah daerah untuk mengumumkan tempat luar ruangan lainnya sebagai kawasan dilarang merokok sekaligus menetapkan lokasi merokok.

Artinya, ujarnya, Pemerintah Kota Taipei dapat mengumumkan trotoar jalan tertentu sebagai kawasan bebas rokok dan menyediakan area merokok terpisah.

Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Shih Chung-liang. (Sumber Foto : CNA, 16 Maret 2026)
Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Shih Chung-liang. (Sumber Foto : CNA, 16 Maret 2026)

Secara hukum, penggunaan ruang merokok luar ruangan untuk menggantikan area merokok biasa adalah sah, ujar Shih.

Jika Pemerintah Kota Taipei ingin mengumumkan seluruh wilayah kota sebagai kawasan dilarang merokok, kata Shih, hal tersebut dimungkinkan secara teori berdasarkan undang-undang tersebut.

Shih juga mencatat bahwa persyaratan untuk lokasi merokok luar ruangan lebih fleksibel dibandingkan dalam ruangan.

Berbeda dengan ruang merokok dalam ruangan yang memerlukan sistem ventilasi ketat dan standar spesifikasi tinggi, regulasi tidak mewajibkan spesifikasi teknis serupa untuk ruang merokok luar ruangan, meskipun pembangunan fasilitas tersebut tidak dilarang secara hukum, ucapnya.

Meskipun Taiwan telah lama menerapkan larangan merokok di dalam ruangan, tetapi pembatasan merokok di area terbuka masih belum diatur secara eksplisit. Akibatnya, tanda dilarang merokok kerap diabaikan karena kurangnya pengawasan.

Berdasarkan survei Direktorat Jenderal Promosi Kesehatan tahun 2024, tingkat paparan asap rokok pasif di luar ruangan mencapai 48,9 persen, dengan jalan raya, trotoar, dan selasar gedung menjadi lokasi terparah.

(Oleh Chen Chieh-ling dan Agoeng Sunarto)

Selesai/JC

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.