Taipei, 4 Mar. (CNA) Festival Pulau Cahaya Kaohsiung 2026 pada akhir pekan akan menghadirkan jajaran penampil yang lebih meriah dibanding gelaran tahun lalu, termasuk dengan sejumlah seniman Indonesia, di samping zona yang memperkenalkan pekerja migran dan imigran baru di Taiwan, kata Pemerintah Kota Kaohsiung.
Festival tahunan ini akan digelar dari Jumat (6/3) hingga Minggu, dan akan untuk pertama kalinya digelar di dua lokasi, yakni Kaohsiung Central Park dan Kaohsiung Main Station, menghadirkan musisi internasional, bincang-bincang luar ruangan, hingga kegiatan olahraga multinasional, menurut pemerintah kota.
Dari Indonesia, grup musik metal "Jubah Hitam" akan memeriahkan panggung utama acara pada Sabtu pukul 15.00, sementara desainer busana Mila dan penulis karya sastra Lily akan mengisi perbincangan interaktif di Kaohsiung Main Station masing-masing pada Sabtu dan Minggu pukul 14.30, menurut pemerintah kota.
Baca juga: Jubah Hitam lanjutkan karier bermusik dari Taiwan ke Indonesia
Melalui sebuah rilis pers hari Rabu, Kepala Departemen Administrasi dan Urusan Internasional Kota Kaohsiung, Chang Yen-ching (張硯卿) menyampaikan bahwa festival ini melanjutkan antusiasme tahun lalu yang menarik 140.000 peserta, dan kini menghadirkan penampilan yang lebih meriah.
Melalui format kegiatan yang santai dan beragam, kata Chang, ia berharap warga dapat mengenal berbagai budaya melalui interaksi, memperdalam pemahaman internasional, serta membangun persahabatan global yang lebih erat.
Festival juga akan diramaikan kehadiran mobil perpustakaan keliling Asia Tenggara, hingga menampilkan pameran fotografi interaktif yang didukung One-Forty, yang menggambarkan kehidupan beragam pekerja migran dan imigran baru di Taiwan, menurut pemerintah kota.
Selain itu, Pearl S. Buck Foundation dan FamilyMart akan menghadirkan sebuah zona tematik yang mengajak merasakan perpaduan budaya yang beragam dalam suasana penuh sinar matahari dan musik, kata yayasan tersebut dalam sebuah rilis pers.
Zona ini akan membawa "pasar keragaman budaya" yang menampilkan produk khas Malaysia, lukisan gulung kertas Vietnam, serta kerajinan ukir kayu Bali, kata yayasan.
Selain itu, di zona ini, tersedia permainan tantangan yang mendorong pengunjung untuk mempelajari sapaan sederhana dan menulis aksara Asia Tenggara, serta berfoto bersama keluarga atau teman baru, kata yayasan.
Peserta yang menyelesaikan tantangan dapat menukarkan hadiah berupa hidangan cita rasa Asia Tenggara dari FamilyMart, tambah yayasan yang memerhatikan isu imigran baru tersebut.
Di zona tersebut juga dipamerkan pameran mini imigran baru, yang menampilkan kehidupan nyata serta ketangguhan perjuangan mereka di Taiwan melalui foto dan video, kata Pearl S. Buck Foundation.
Truk makanan keliling "FamilyMart" FamiMobi juga akan hadir, di mana mereka yang melakukan transaksi menggunakan "全盈+PAY" akan mendapatkan promosi khusus selama acara. Pengunjung yang berfoto dan mengunggahnya ke media sosial di lokasi juga dapat mengikuti undian, tambah yayasan.
CEO Pearl S. Buck Foundation, Franco Chen (陳杰昇) mengatakan bahwa selama hampir 60 tahun, yayasan telah membantu lebih dari seribu keluarga imigran baru dengan kondisi ekonomi kurang mampu.
Dengan menghadirkan zona ramah imigran baru ini ke dalam festival Kaohsiung, kata Chen, pihaknya berharap dapat meruntuhkan sekat, membangun lebih banyak pemahaman dan rasa menghormati.
Kepala Departemen FamilyMart, Vita Wu (吳采樺) menyampaikan bahwa minimarket tersebut berkomitmen menjadi jembatan yang menghubungkan kehangatan sosial, mencatat sejumlah langkah mereka dalam mengakomodasi imigran sebagai pelanggan maupun pegawai.
Selesai/ML