Presiden Lai: Taiwan pantau situasi pasca serangan AS dan Israel ke Iran

01/03/2026 10:45(Diperbaharui 01/03/2026 11:41)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Foto hanya untuk tujuan ilustrasi. (Sumber Foto : Pixabay)
Foto hanya untuk tujuan ilustrasi. (Sumber Foto : Pixabay)

Taipei, 1 Mar. (CNA) Presiden Lai Ching-te (賴清德) hari Sabtu (28/2) mengatakan ia telah menginstruksikan pemerintah untuk memantau secara ketat perkembangan regional setelah serangan yang dilakukan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran, serta mengambil semua langkah pencegahan yang diperlukan.

Dalam sebuah unggahan Facebook pada Sabtu malam, Lai mengatakan bahwa tim keamanan nasionalnya telah memberinya pengarahan tentang perkembangan terbaru seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah setelah serangan udara AS dan Israel terhadap Iran pada hari itu.

Pemerintah telah mengaktifkan mekanisme respons terkait untuk memastikan keselamatan warga negara Taiwan di wilayah tersebut, dan terus menjalin komunikasi erat dengan negara-negara yang sejalan serta mitra global, kata Lai.

Sementara itu, Lai mengatakan pemerintah akan menilai potensi dampak di berbagai sektor -- khususnya fluktuasi harga komoditas dan energi internasional -- mengevaluasi efeknya terhadap ekonomi Taiwan, stabilitas keuangan, dan mata pencaharian masyarakat, serta merespons dengan penuh kehati-hatian.

Kementerian Luar Negeri (MOFA) Taiwan juga telah menempatkan Iran dan Israel dalam peringatan perjalanan level merah -- tingkat tertinggi di atas oranye, kuning, dan abu-abu yang dinilai berdasarkan tinggi risikonya.

MOFA mendesak warga Taiwan di Israel dan Iran untuk segera beranjak, dan mengingatkan para pelancong yang menuju ke zona berisiko tinggi untuk tetap waspada serta mendaftarkan detail perjalanan mereka di situs web Biro Urusan Konsuler sebelum keberangkatan.

Menurut kantor perwakilan Taiwan di Israel dan kantor Dewan Pengembangan Perdagangan Eksternal Taiwan di Teheran, terdapat sekitar 264 warga Taiwan di Israel dan empat di Iran, yang semuanya telah dipastikan dalam keadaan aman, kata MOFA dalam siaran pers pada Sabtu malam.

Kementerian mengatakan mereka telah menginstruksikan misi-misi Taiwan di seluruh Timur Tengah untuk memantau situasi yang berkembang secara ketat, dan telah mengaktifkan mekanisme tanggap daruratnya.

Warga Taiwan di Israel dapat menghubungi Kantor Perwakilan Taipei di Tel Aviv melalui saluran siaga darurat di +972-544-275-204. Mereka yang berada di Iran dapat menghubungi Kantor Dagang Taipei di Dubai di +971-50-6453018, atau saluran bebas pulsa 24 jam MOFA di Taipei di 0800-085-095.

Sebelumnya, pasukan Israel dan AS melancarkan serangan terkoordinasi ke Iran pada Sabtu. Semenjak itu, media internasional telah melaporkan korban jiwa di Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei sebagaimana dikonfirmasi media negara.

Iran juga telah melancarkan serangan balasan. Di antaranya, rudal dilaporkan telah menghantam markas Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain. Seorang pelaku industri teknologi asal Taiwan yang sedang melakukan perjalanan dinas dan menginap di dekatnya menceritakan pengalamannya kepada CNA.

Ia menggambarkan, gelombang kejut ledakan begitu kuat hingga seluruh gedung berguncang "seperti gempa bumi", asap tebal membubung di jalanan, kendaraan membunyikan klakson tanpa henti, dan orang-orang berlari menjauh dari pangkalan militer AS.

Di sisi lain, berdasarkan situs resmi Bandara Internasional Taoyuan, hari Minggu terdapat enam penerbangan pulang-pergi yang dibatalkan terkait ketegangan di Timur Tengah.

Ini mencakup empat penerbangan Emirates ke dan dari Dubai serta dua oleh Etihad Airways (yang dioperasikan bersama STARLUX Airlines) ke dan dari Abu Dhabi.

Emirates menyatakan bahwa karena penutupan wilayah udara setempat, seluruh penerbangan mereka yang masuk dan keluar Dubai sebelum pukul 15.00 waktu setempat pada Minggu dihentikan sementara.

Penumpang yang memiliki jadwal penerbangan dalam 72 jam ke depan dapat melakukan penjadwalan ulang (paling lambat dalam sepuluh hari) atau mengajukan pengembalian dana tiket, kata Emirates.

Etihad Airways menyampaikan bahwa seluruh penerbangan menuju Abu Dhabi sebelum pukul 18.00 sore dibatalkan, dan waktu pemulihan perjalanan berikutnya juga belum dapat dipastikan mengingat situasi perang saat ini masih belum jelas.

(Oleh Wu Shu-wei, Shih Hsiu-chuan, Yu Hsiao-han, Chung Yu-chen, dan Jason Cahyadi)

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.