Taipei, 4 Mar. (CNA) Taiwan telah mengamankan pasokan gas alam yang cukup untuk bulan Maret, kata Menteri Urusan Ekonomi Kung Ming-hsin (龔明鑫) pada Selasa (3/3), di tengah kekhawatiran bahwa meningkatnya konflik di Timur Tengah dapat memicu pembatasan.
"Masalah untuk bulan Maret sudah terselesaikan, dan sama sekali tidak akan ada pembatasan listrik akibat kekurangan gas alam," kata Kung di hadapan Yuan Legislatif, menjawab pertanyaan dari legislator oposisi Kuomintang, Lin Pei-hsiang (林沛祥).
Kung mengatakan pengiriman gas untuk awal Maret telah melewati Selat Hormuz, sementara pasokan untuk paruh kedua bulan tersebut telah diamankan dari pasar alternatif.
Ketika didesak mengenai rencana darurat pemerintah setelah bulan Maret, Kung mengatakan ia berharap konflik tersebut akan berumur pendek, seraya menambahkan bahwa pembangkit listrik tenaga batu bara akan menjadi pilihan terakhir.
Setelah sesi legislatif, MOEA mengeluarkan siaran pers yang merinci rencana tiga tahap untuk memastikan pasokan bahan bakar jika terjadi kondisi ekstrem, termasuk blokade jangka panjang oleh Iran.
Dalam rencana ini, perusahaan milik negara CPC Corp., Taiwan akan terlebih dahulu mengalihkan kargo dari sumber non-Timur Tengah seperti Amerika Serikat dan Australia, kemudian mencari pertukaran pasokan dengan pembeli Asia seperti Jepang dan Korea Selatan, dan akhirnya membeli kargo tambahan jika diperlukan untuk memastikan pasokan domestik tetap lancar.
Kementerian menambahkan bahwa Taiwan sedang meningkatkan pengadaan gas alam cair dari AS untuk memperkuat ketahanan energi.
CPC menandatangani perjanjian pembelian sekitar 25 tahun dengan Cheniere Energy yang berbasis di AS pada 10 Februari, dengan pengiriman dijadwalkan mulai bulan Juni dan pembelian tahunan mencapai hingga 1,2 juta metrik ton mulai tahun depan, kata kementerian.
Selesai/JC