Anak imigran baru di Yunlin raih nilai sempurna dalam ujian masuk universitas

04/03/2026 14:11(Diperbaharui 04/03/2026 14:11)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Lin Yueh-ju (tengah), siswi di Sekolah Menengah St. Vincent Kabupaten Yunlin. (Sumber Foto : Dokumentasi CNA)
Lin Yueh-ju (tengah), siswi di Sekolah Menengah St. Vincent Kabupaten Yunlin. (Sumber Foto : Dokumentasi CNA)

Taipei, 4 Mar. (CNA) Lin Yueh-ju (林玥如), anak keluarga imigran baru di Kabupaten Yunlin, telah meraih nilai penuh pada kelima pelajaran yang diujikan di ujian masuk universitas Taiwan, membuat gurunya mengenang bagaimana ia "takut" karena sang siswi terus mengejarnya untuk mendiskusikan pelajaran.

Hasil Tes Kemampuan Akademik Umum bagi para pelajar untuk masuk universitas di Taiwan baru-baru ini diumumkan. Saat itu, Lin berbagi kabar bahagia kepada keluarganya, "Lima mata pelajaran nilai penuh." Para guru di sekolahnya juga turut bangga atas prestasinya.

Lin baru-baru ini menceritakan bahwa kedua kakak perempuannya kuliah di luar daerah sehingga tidak dapat membimbingnya belajar, sementara orang tuanya sibuk bekerja serta menghadapi keterbatasan ekonomi dan transportasi, sehingga ia tidak mengikuti bimbingan belajar dan sepenuhnya mengandalkan kekuatan sendiri.

Ia juga bercerita bagaimana dirinya sempat tidak tahu cara bergaul dengan teman-teman hingga takut melangkah masuk ke kelas ketika beranjak ke bangku sekolah menengah pertama, sebelum akhirnya dapat beradaptasi dengan bantuan teman dan gurunya.

Lin menyebutkan bahwa pada ujian masuk sekolah menengah pertama, ia meraih 5A8+ -- yang berarti lima hasil A ditambah total delapan tanda + yang tersebar di kelima mata pelajaran. Saat itu, ia memutuskan untuk tetap melanjutkan studinya di Sekolah Menengah St. Vincent yang dekat dari rumah.

Ia menceritakan bagaimana dirinya memanfaatkan waktu perjalanan dan sepuluh menit waktu istirahat untuk menghafal kosakata bahasa Inggris. Karena menyukai musikal, Lin juga belajar bahasa melalui internet. Sebelum mengikuti tes TOEIC, ia berlatih percakapan dengan gurunya, dan berhasil memperoleh skor 930.

Untuk matematika, menurut Lin, kunci keberhasilan adalah latihan setiap hari. Ia mencari dan mengumpulkan soal-soal ujian tahun sebelumnya serta soal matematika dari berbagai sekolah menengah atas di seluruh Taiwan melalui internet, dan sering berdiskusi dengan guru mengenai cara penyelesaiannya.

Sementara itu, untuk mata pelajaran lainnya, anak dari ibu imigran baru asal Tiongkok tersebut mengandalkan fokus saat pelajaran berlangsung, rajin mencatat, serta memanfaatkan waktu-waktu luang untuk belajar, ujarnya.

Wali kelas sekaligus guru matematikanya, Chen Tsung-yi (陳宗義) sambil tersenyum mengatakan bahwa terkadang saat istirahat sepuluh menit ia melihat Lin memegang buku dan mengejar guru untuk bertanya, bahkan pada akhir pekan pun ia menggunakan aplikasi pesan di ponsel untuk mendiskusikan soal matematika.

Kadang guru merasa "takut" melihatnya, kata Chen sambil bercanda. Namun, lebih dari itu, ia mengatakan dirinya senang melihat semangat belajar yang proaktif tersebut. Hubungan mereka pun saling mendorong dan menantang dalam proses belajar-mengajar.

(Oleh Chiang Yi-ching dan Jason Cahyadi)

Selesai/ja

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.