Taiwan kecam Iran atas "serangan tanpa pandang bulu" ke negara-negara Timur Tengah

03/03/2026 17:58(Diperbaharui 03/03/2026 17:58)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Wakil Menteri Luar Negeri François Wu. (Sumber Foto : CNA, 3 Maret 2026)
Wakil Menteri Luar Negeri François Wu. (Sumber Foto : CNA, 3 Maret 2026)

Taipei, 3 Mar. (CNA) Kementerian Luar Negeri (MOFA) Taiwan hari Selasa (3/3) mengecam Iran atas "serangan tanpa pandang bulu" mereka terhadap negara-negara di Timur Tengah, sekaligus menyebut Amerika Serikat (AS) dan Israel berharap dapat "melenyapkan terorisme."

Wakil Menteri Luar Negeri François Wu (吳志中) mengeluarkan kecaman tersebut dalam wawancara sebelum ia menghadiri rapat di Yuan Legislatif, saat diminta berkomentar mengenai konflik di Timur Tengah, di mana AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran mulai 28 Februari, dan setelahnya Iran membalas.

Wu mengatakan bahwa AS dan Israel berharap dapat "menghilangkan terorisme dari kawasan tersebut," dan bahwa sikap MOFA adalah, "Sebagai sekutu AS dan Israel, kami juga mengecam serangan tanpa pandang bulu Iran terhadap negara-negara lain."

Ketika ditanya apakah Taiwan mempertimbangkan untuk mengevakuasi warganya dari kawasan tersebut, Wu mengatakan tidak ada rencana seperti itu, mengingat banyaknya pembatalan penerbangan di kawasan tersebut setelah serangan akhir pekan.

Saat ini terdapat sekitar 3.000 warga Taiwan yang tinggal jangka panjang di negara-negara Timur Tengah, serta ratusan lainnya yang terdampar di sana akibat gangguan penerbangan, menurut Wu.

Meskipun tidak ada rencana evakuasi, Wu mengatakan bahwa bagi mereka yang ingin segera meninggalkan kawasan, kantor perwakilan Taiwan di wilayah tersebut akan membantu mereka.

Kantor perwakilan Taiwan di kawasan tersebut telah menjaga komunikasi dengan warga negaranya di sana, dan semuanya telah melaporkan dalam keadaan aman, menurut Wu.

Pemerintah Israel juga telah memberi tahu Taipei bahwa mereka akan memastikan warga Taiwan di sana tetap tidak terluka selama konflik yang sedang berlangsung, kata Wu.

Sementara itu, pada Selasa sore, MOFA menaikkan peringatan perjalanan untuk Mesir dan Yordania, yang turut terdampak konflik regional, dari kuning menjadi oranye, memperingatkan warga untuk menghindari perjalanan yang tidak perlu ke sana.

Peringatan perjalanan untuk Bahrain, Oman, Kuwait, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi telah dinaikkan ke tingkat oranye pada Minggu malam.

Sementara itu, peringatan perjalanan untuk Israel dan Iran juga dinaikkan ke tingkat tertinggi setelah Israel dan AS melancarkan serangan udara ke Iran hari Sabtu.

Di bawah sistem peringatan perjalanan empat tingkat MOFA, saran perjalanan diklasifikasikan sebagai abu-abu, kuning, oranye, dan merah, sesuai urutan tingkat risiko yang meningkat.

Dalam keadaan darurat, warga Taiwan di Timur Tengah dapat menghubungi kantor perwakilan Taiwan terdekat untuk mendapatkan bantuan, atau meminta keluarga mereka di Taiwan untuk menghubungi saluran siaga darurat bebas pulsa MOFA 24/7 di +886-800-085-095, kata kementerian.

(Oleh Joseph Yeh dan Jason Cahyadi)

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/IF

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.