MOL akan perluas skema subsidi pengasuhan anak untuk dorong dukungan dari pemberi kerja

05/03/2026 12:03(Diperbaharui 05/03/2026 12:03)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Menteri Ketenagakerjaan Hung Sun-han. (Sumber Foto :CN, 4 Maret 2026)
Menteri Ketenagakerjaan Hung Sun-han. (Sumber Foto :CN, 4 Maret 2026)

Taipei, 5 Mar. (CNA) Kementerian Ketenagakerjaan (MOL) Taiwan hari Rabu (4/3) mengumumkan perluasan skema subsidi untuk mendorong perusahaan memberikan lebih banyak dukungan pengasuhan anak kepada pekerja, termasuk kenaikan subsidi untuk tunjangan yang disediakan pemberi kerja, yang juga mencakup pekerja migran.

"Kami telah melihat hasil upaya pengasuhan anak yang disediakan oleh pemberi kerja sejauh ini dan percaya bahwa memang masih belum cukup," kata Menteri Ketenagakerjaan Hung Sun-han (洪申翰) dalam konferensi pers di Taipei.

Hung mengatakan banyak pemilik usaha memahami masalah angka kelahiran rendah di Taiwan dan bersedia membantu pengasuhan anak pegawai, "Tetapi mereka masih menghadapi kesulitan besar dalam hal dukungan institusional dan sumber daya."

Mengingat tantangan tersebut, Hung mengatakan, MOL akan memperkenalkan total sembilan langkah subsidi baru atau yang diperluas dengan membangun kebijakan yang sudah ada dengan harapan lebih banyak perusahaan akan mengambil langkah ekstra untuk mendukung pegawai.

Saat ini, hanya pemberi kerja dengan 100 pegawai atau lebih yang secara hukum diwajibkan menyediakan ruang menyusui dan fasilitas atau langkah pengasuhan anak yang sesuai, sementara tunjangan tidak diwajibkan.

Di antara perubahan yang akan berlaku mulai 1 Mei ini, MOL akan menaikkan subsidi untuk pemberi kerja yang memberikan tunjangan pengasuhan anak hingga NT$10.000 (Rp5,335 juta) per pegawai per tahun, dengan tingkat subsidi berkisar antara 50-70 persen tergantung pada ukuran perusahaan.

Tunjangan pengasuhan anak berlaku untuk pegawai dengan anak mulai dari bayi baru lahir hingga usia 12 tahun, menurut kementerian.

Di bawah sistem saat ini, MOL menyubsidi 50 persen dari tunjangan tahunan yang dibayarkan pemberi kerja untuk setiap anak pegawai jika jumlahnya di bawah NT$8.000, sementara yang NT$8.000 atau lebih memenuhi syarat untuk subsidi hingga NT$4.000.

Perluasan lainnya adalah penghapusan persyaratan bahwa anak pegawai harus terdaftar di lembaga pengasuhan anak agar pemberi kerja memenuhi syarat untuk subsidi, yang berarti pekerja yang mengandalkan pengasuhan oleh anggota keluarga atau pengasuh juga akan tercakup dalam skema baru ini.

Bersama dengan langkah-langkah lain, termasuk subsidi untuk fasilitas pengasuhan anak yang dijalankan pemberi kerja, MOL mengatakan skema yang diperluas ini akan memiliki total anggaran sebesar NT$142,4 juta pada 2026, meningkat menjadi proyeksi NT$213,41 juta pada 2027, dengan subsidi yang akan dibiayai Dana Asuransi Ketenagakerjaan.

Hung mengatakan perusahaan asing yang berbasis di Taiwan dan warga negara asing yang bekerja di Taiwan juga tercakup dalam skema yang diperluas ini, menambahkan bahwa pekerja migran sektor buruh juga tidak dikecualikan.

Huang Wei-chen (黃維琛), direktur Departemen Kesejahteraan dan Pensiun Ketenagakerjaan MOL, mengatakan kepada CNA bahwa tidak ada "perlakuan berbeda" dalam penerapan skema ini kepada pegawai dari berbagai kewarganegaraan.

"Jika sebuah perusahaan menawarkan manfaat yang sama kepada semua pegawai, termasuk pekerja migran, kami akan menangani pendaftaran subsidi mereka dengan dasar yang sama," kata Huang.

(Oleh Sunny Lai dan Jason Cahyadi)

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/IF

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.