Taipei, 5 Mar. (CNA) Seorang pria warga negara Inggris berusia 58 tahun dibawa untuk penyelidikan setelah diduga merokok rokok elektronik saat berada di penerbangan China Airlines dari Inggris ke Taiwan, kata Biro Kepolisian Penerbangan Taiwan (APB) hari Rabu (4/3).
Hsu Keng-hsin (許庚辛), seorang pemimpin regu APB, mengatakan kepada media bahwa biro tersebut menerima laporan dari China Airlines sekitar pukul 18.15 hari Selasa.
Petugas membawa penumpang tersebut untuk diinterogasi sebelum merujuk kasus tersebut ke Brigade Kepolisian Investigasi Kriminal dengan dugaan pelanggaran di bawah Undang-Undang Penerbangan Sipil, dan telah menyita satu unit rokok elektronik, kata Hsu.
China Airlines mengatakan dalam pernyataan tertulis bahwa insiden tersebut terjadi pada penerbangan CI082 dari London pada 2 Maret dan bahwa awak pesawat merespons sesuai dengan prosedur operasi standar sebelum memberi tahu APB usai tiba di Bandara Internasional Taoyuan.
Maskapai Taiwan tersebut mengatakan bahwa keselamatan penerbangan adalah prioritas tertinggi dan mereka tidak menoleransi perilaku tidak rasional.
Maskapai tersebut mengingatkan penumpang bahwa membawa rokok elektronik ke Taiwan adalah ilegal.
Sebuah unggahan di platform media sosial Threads sebelumnya menuduh bahwa seorang penumpang pria non-Taiwan di penerbangan yang sama mulai membuat keributan tak lama setelah lepas landas dan melakukan pelecehan seksual.
Unggahan tersebut menuduh penumpang itu menyentuh bokong pramugara, menepuk bokong pramugari, secara paksa memegang tangan pramugari dan menciumnya, dan kemudian secara terbuka merokok rokok elektronik.
Hsu hari Rabu mengatakan APB belum menerima pengaduan resmi dari China Airlines terkait tuduhan bahwa penumpang tersebut mabuk atau melakukan pelecehan seksual terhadap awak kabin, seraya menambahkan bahwa kasus tersebut akan ditangani sesuai hukum jika ada pengaduan resmi yang diajukan.
Selesai/ja