Taipei, 5 Mar. (CNA) Sebuah bangkai paus sepanjang 15 meter yang sudah setengah membusuk ditemukan di sebuah lokasi perikanan jaring tetap di Teluk Chongde, Kabupaten Hualien pada Rabu (4/3), menurut pejabat setempat.
Direktorat Jenderal Penjaga Pantai mengatakan mereka diberitahu tentang paus mati tersebut oleh operator perikanan sekitar pukul 9 pagi, dan segera mengirim seorang ahli satwa laut ke lokasi, sekitar 20 kilometer di utara pusat kota Hualien.
Pejabat Biro Pertanian Hualien, yang juga dikirim untuk membantu, berhasil menarik bangkai tersebut ke Pantai Chongde, di mana mereka mengukur panjangnya 15,4 meter.
Berdasarkan penampilannya, ahli tersebut mengatakan paus itu kemungkinan adalah paus sirip atau paus Omura, yang juga dikenal sebagai paus sirip kerdil, dan telah mati beberapa waktu sebelum terdampar di teluk, menurut Direktorat Jenderal Konservasi Laut.
Kedua spesies tersebut adalah paus balin, yang dapat dikenali dari lempeng balin atau "tulang paus" di mulut mereka yang digunakan untuk menyaring plankton dari air.
Sementara pejabat pemerintah daerah awalnya ingin menggunakan truk derek untuk memindahkan hewan tersebut, seorang ahli dari Taiwan Cetacean Society merekomendasikan untuk membiarkannya di pantai, karena ukurannya yang besar dan air berdarah yang menetes dari bangkai.
Perwakilan Taiwan Cetacean Society berencana kembali ke lokasi pada Kamis untuk melakukan autopsi pada paus tersebut dan menentukan penyebab kematiannya.
Sebelumnya, pada 2004, seekor paus sperma sepanjang 17 meter sedang diangkut dengan truk datar melalui Tainan untuk diautopsi, ketika gas dari pembusukan internalnya menyebabkannya meledak, memercikkan darah dan organ busuk ke toko dan mobil di sekitarnya.
Kerangka paus tersebut diawetkan dan kemudian dipajang di Pusat Pendidikan Konservasi Laut Nanying National Cheng Kung University.
Selesai/JC